Meriahkan Hari Santri Nasional, Bulog Ketapang Buka Bazar Sembako Murah

Dalam rangka memeriahkan Hari Santri Nasional (HSN), Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre Kabupaten Ketapang membuka Bazar Sembako

Meriahkan Hari Santri Nasional, Bulog Ketapang Buka Bazar Sembako Murah
Tribun Pekanbaru
Logo Perum Bulog 

Meriahkan Hari Santri Nasional, Bulog Ketapang Buka Bazar Sembako Murah

KETAPANG - Dalam rangka memeriahkan Hari Santri Nasional (HSN), Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre Kabupaten Ketapang membuka Bazar Sembako Murah pada hari ini Minggu (20/10/2019).

Pelaksanaan Bazar dilakukukan di dua tempat, yakni Halaman Masjid Al Ihklas dan di Sekretariat NU Kabupaten Ketapang.

Dalam kegiatan itu, Bulog bekerjasama dengan Ekbang Pemkab Ketapang dan Nahdlatul Ulama (NU).

Kepala Bulog Ketapang, Jusri Pake mengatakan, kegiatan bazar yang bekerjasama dengan Organisasi di Ketapang baru pertama kali dilakukan.

Kedepan pihaknya siap menjalin kerjasama dengan lembaga legal manapun, termasuk perusahaan.

Baca: Bulog Jamin Ketersediaan Stok Bantuan Pangan untuk Masyarakat Kubu Raya

Baca: Hadapi Hari Raya Idul Adha, Bulog Siapkan 250 Kilogram Daging Kerbau Beku di Putussibau

Baca: Bulog Pastikan Rastra akan Berganti BPNT, Jusri: Mulai September 2019

"Ini pertama kali kita lakukan, ternyata masyarakat sangat antusias dan menyambut positif program bazar sembako murah. Untuk selanjutnya kita siap bekerjasama dengan lembaga lain," kata Jusri Pake, Minggu (20/10).

Bazar sembako dijelaskan Jusri sebagai wadah untuk memudahkan masyarakat mengenal berbagai produk Bulog serta menekan stabilitas harga. Kemudian juga membantu masyarakat dengan mengutamakan aspek sosial.

"Tujuan kerjasama ini kepentingannya membantu masyarakat. Karena harga jual dalam bazar dibawah harga pasar. Di sisi lain, produk bulog juga mudah di kenal masyarakat," jelasnya.

Adapun produk yang dijual seperti beras, gula, minyak goreng dan tepung terigu menggunakan sistem paket seharga Rp 88 ribu. Menurutnya, nilai jual Bulog dalam bazar jauh kebawah jika dibanding harga pasar biasa yang mencapai Rp 100 ribu keatas.

"Kita jual dibawah harga pasar karena kepentingannya membantu masyarakat. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat dan produk bulog semakin dikenal," pungkasnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved