Kecelakaan Natar

FAKTA-FAKTA Kecelakaan Maut di Tol Lampung Renggut 4 Nyawa, Tangisan 2 Bocah hingga Viral Medsos

Tragedi kecelakaan mobil di Tol Lampung pada Sabtu (19/10/2019) sekitar pukul 06.32 WIB, merenggut empat nyawa.

FAKTA-FAKTA Kecelakaan Maut di Tol Lampung Renggut 4 Nyawa, Tangisan 2 Bocah hingga Viral Medsos
Tangkapan layar via Twitter @dukun_honorer
FAKTA-FAKTA Kecelakaan Maut di Tol Lampung Renggut 4 Nyawa, Tangisan 2 Bocah hingga Viral Medsos 

Pasalnya, api berkobar hebat dari bagian kap hingga kursi depan mobil.

Dari video terdengar seorang pengendara mengatakan api melalap habis mobil, termasuk empat penumpang di dalamnya.

Peristiwa ini sempat membuat arus lalu lintas di tol tersendat. Mobil-mobil di jalur sebelah berjalan lambat karena melihat mobil terbakar.

Sementara di jalur mobil yang terbakar, arus kendaraan terhenti karena menunggu pemadaman api.

Menangis Histeris

Setelah petugas kepolisian dan pemadam kebakaran tiba, pemadaman api yang melahap mobil dan evakuasi empat korban dilakukan.

Empat korban dievakuasi ke RS Bhayangkara, Bandar Lampung.

Pantauan Tribun Lampung, ibu paruh baya langsung menangis histeris setibanya di Instalasi Forensik RS Bhayangkara.

Dia adalah ibu kandung Hadi Prayitno.

"Astagfirullah. Tak telepon dari kemarin gak ngangkat-ngangkat. Gak tau ke mana anakku ini," ucap ibu korban yang terduduk di kursi tunggu.

Sejumlah kerabat dan perawat RS pun menenangkan ibu korban yang memakai baju ungu dan celana panjang biru ini.

Setelah proses identifikasi sekitar delapan jam, empat jenazah korban ditempatkan di peti mati untuk dibawa ke rumah duka menggunakan ambulans.

Dua jenazah di antaranya diletakkan di satu peti yang sama.

Duka menyelimuti kerabat saat proses tiga peti berisi empat jasad diangkat dan ditempatkan di tiga ambulans.

Tiga ambulans itu masing-masing milik RS Bhayangkara, Komunitas Mutiara Independent (Komil) Lampung, dan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Lampung.

Sri Ayem (50), bibi korban, mengungkapkan empat jenazah dibawa ke rumah duka di Melungun Ratu, Sungkai Tengah, Lampura.

"Tapi mampir ke Metro sebentar untuk didoakan," katanya. 

Sosok Penolong Dua Gadis Kecil dalam Kecelakaan Tol Lampung

Dengan wajah berlumur darah, Vania (9) menggamit lengan adiknya Pricilia Saronka (2).

Keduanya menatap nanar mobil berisi ayah, ibu dan kakak sepupunya mulai terbakar.

“Ayah di dalam (mobil). Tolong adik, dia masih kecil,” jerit Vania sambil menangis.

Adegan mengenaskan itu viral di media sosial dalam video yang dibagikan akun bernama Sahrul di Facebook.

Kedua anak perempuan itu terduduk di aspal, wajah mereka berlumur darah.

Mereka menangis sambil menatap mobil sedan yang terbakar.

 

Kecelakaan maut di Jalan Tol Trans Sumatera Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, menewaskan empat korban yang masih satu keluarga, Sabtu (19/10/2019).

Dua korban lainnya selamat dalam kecelakaan itu dan saat ini masih mendapat perawatan di Rumah Sakit Mardi Waluyo, Kota Metro.

Dikutip dari iNews.id, keduanya, Priscilia (9), dan Vania (2), ditolong dan dibawa ke rumah sakit oleh pengendara yang sedang lewat, Dian Jani Prasinta (32).

Berawal saat guru Sekolah Dasar (SD) ini melihat kakak adik itu dalam keadaan terluka, duduk di pinggir jalan tol.

Saat itu, Dian melewati jalan tersebut dalam perjalanan untuk mengikuti pelatihan di Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Lampung di Kota Metro.

“Saya itu mau ke Metro. Sampai TKP, melihat Priscilia dengan berlumuran darah membawa adiknya ke pinggir jalan tol. Sementara sopir-sopir yang lewat hanya menjauhkan kedua anak itu dari mobil yang terbakar,” kata Dian di Rumah Sakit Mardi Waluyo.

Dian kemudian meminta bantuan petugas kepolisian yang berada di TKP untuk menaikkan kedua anak itu ke mobilnya.

Dengan begitu, dia bisa membawa mereka ke rumah sakit.

Sementara dia tidak bisa langsung mendatangi keduanya karena dia datang dari arah berlawanan.

“Korban dari Kotabumi sedangkan saya mau ke Metro. Makanya saya minta tolong petugas kepolisian untuk menyeberangkan kedua anak tersebut dan membawa ke rumah sakit ini,” katanya.

Dian mengaku, selama di perjalanan sempat mengobrol dengan kedua anak itu.

Dia pun mengetahui bahwa keduanya bersama kedua orang tua, seorang bibi, dan seorang anak berusia tujuh tahun bernama Mikail, sedang dalam perjalanan pulang.

Mereka baru menghadiri pesta di Kotabumi saat mengalami kecelakaan.

“Saat saya tanya tinggal dan sekolah, dia bilang tinggal di Kelurahan Talang dan tidak memiliki keluarga di sana. Tapi, ada keluarga dari ibunya di Metro dan bapaknya di Kotabumi,” kata Dian tentang obrolannya dengan Priscilia.

Priscilia, siswa kelas empat SDN Talang di Telukbetung Selatan, Kota Bandarlampung, terluka bagian kepala dan tangannya karena mobil yang mereka tumpangi bersama keluarga mengalami kecelakaan di Jalan Tol Trans Sumatera.

Sementara adiknya Vania mengalami lecet di kepala.

Saat ini, keduanya sudah mendapatkan perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Mardi Waluyo di Kota Metro.

Meski keluarga keduanya sudah datang, dia ingin memastikan kondisi mereka baik.

“Priscilia sudah bisa diajak ngomong, dia tidak tahu kondisi keluarganya,” kata dia.

Sementara itu, Kepala SDN 5 Talang, Rohani, datang dari Bandarlampung ke Metro untuk mencari keluarga muridnya setelah mendapat kabar muridnya mengalami kecelakaan.

Dia awalnya berencana membawa kedua korban ke rumahnya

“Kalau tidak ada keluarga mau saya bawa ke rumah saya. Karena keluarganya itu pindah-pindah. Tapi sekarang sudah ada keluarganya,” katanya.

Diketahui, kecelakaan di KM 96 Jalan Tol Trans Sumatera, Sabtu (19/10/2019) pagi, menewaskan empat orang.

Empat korban yang tewas yakni, Elisabet Yoni Saptirawati (37), Hadi Prasetyo (40), Michael Dwi Suryahadi (7), dan Kris (43).

Kecelakaan melibatkan dua jenis kendaraan, yakni truk Fuso Nomor BE 8794 HP dan mobil sedan BE 1230 BK.

Para korban terjebak kobaran api saat mobil yang mereka tumpangi terbakar usai menabrak truk, sekitar pukul 06.45 WIB.

Kapolres Lampung Selatan AKBP M Syarhan mengatakan, kejadian bermula saat sedan dari arah Terbanggi menuju Bakauheni menabrak belakang truk yang bergerak di jalur lambat.

Mobil sedan kemudian terbakar, pengemudi serta beberapa penumpang masih berada di dalam kendaraan saat kejadian. 

Dapat Santunan

PT Jasa Raharja akan memberikan santunan kepada keluarga empat korban meninggal dunia dalam peristiwa ini.

Kepala Bagian Operasional PT Jasa Raharja Cabang Lampung Benyamin Bob Panjaitan memastikan hal itu seusai melihat kondisi empat korban di RS Bhayangkara.

"Sejauh ini, korban meninggal ada empat orang. Untuk korban meninggal, kami akan memberikan santunan Rp 50 juta kepada ahli waris," ujarnya.

Jika korban tidak memiliki ahli waris, maka pihaknya akan memberikan santuan berupa biaya pemakaman.

Tambah Rambu-rambu

Terkait lakalantas kesekian kalinya di tol Bakauheni-Terbanggi Besar, PT Hutama Karya selaku pengelola tol Bakauheni-Terbanggi kembali mengimbau para pengguna tol agar mematuhi rambu-rambu lalu lintas di sepanjang tol.

“Kami imbau para pengguna tol mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang ada di sepanjang tol serta peraturan lalu lintas di tol.

Para pengguna jasa tol harus mengutamakan keselamatan," pesan Kepala Cabang PT HK Tol Bakauheni-Terbanggi Besar Hanung Hanindito, Sabtu.

Pihaknya juga mengimbau para pengguna tol mengecek kondisi kendaraan sebelum masuk tol. Selain itu, apabila lelah datang saat berkendara, pengendara sebaiknya beristirahat.

"Jika kondisi fisik lelah, bisa istirahat di rest area yang ada sementara," kata Hanung.

"Kami juga berencana menambah rambu-rambu di tol untuk mengingatkan para pengguna tol saat berkendara," imbuhnya.

Artikel ini telah tayang di tribunlampung.co.id dengan judul Fakta-fakta Mobil Terbakar di Tol Lampung, Kejar Waktu Anak Sekolah hingga 4 Tewas Tabrak Truk

Editor: Dhita Mutiasari
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved