PCNU Kota Pontianak Gelar Lomba Baca Kitab Kuning

Dalam Rangka Gebyar Hari Santri Nasional, PCNU Kota Pontianak Gelar Lomba Baca Kitab Kuning Yang dilaksanakan di Alun-alun

Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
PCNU Kota Pontianak Gelar Lomba Baca Kitab Kuning 

Citizen Reporter
Ahmad Imamul Arifin
Kader NU

PCNU Kota Pontianak Gelar Lomba Baca Kitab Kuning

PONTIANAK - Dalam Rangka Gebyar Hari Santri Nasional, PCNU Kota Pontianak Gelar Lomba Baca Kitab Kuning Yang dilaksanakan di Alun-alun Jum'at (18/10)

Ketua PCNU Kota Pontianak Drs.H Ahmaf Faruki Mengatakan bahwa Mempertahankan kegiatan membaca kitab kuning sama halnya dengan mempertahankan indonesia di masa depan.

Kitab kuning, yang juga sering disebut kitab gundul, adalah kitab-kitab tradisional yang berisi pelajaran-pelajaran agama Islam. "Lazimnya kitab ini diajarkan di dayah-dayah.

Isinya beragam, mulai dari fiqh, aqidah, akhlak/tasawuf, tata bahasa Arab, hingga sosial kemasyarakatan. Kitab kuning disebut gundul lantaran tidak memiliki baris seperti halnya kitab suci Al-Quran," ungkapnya

Baca: Jelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Ini Pesan Ketua PCNU Sanggau

Baca: Ketua PCNU Tutup Pelatihan Khatib, Ini Pesan yang Disampaikan

Baca: Ketua PCNU Sanggau Lantik Pengurus Ranting Desa Kelompu

Sementara itu, Ketua Paniatia HSN 2019 Ahmad Bustomi dalam sambutannya di perlombaan tersebut mengatakan, Qiraatul Kutub ini tak sekadar kompetisi, tetapi juga salah satu cara untuk memahami ilmu Allah yang ada di dunia.

“Ketika kita ingin memahami isi dari Al-Quran dan Sunnah, maka pembelajaran kitab kuning sangat membantu,” ujarnya.

Dia juga meyakini bahwa kegiatan ini akan berdampak positif bagi generasi yang akan datang. “Ini adalah momentum kebangkitan dalam menjadikan umat Islam masa yang akan datang, sebagai masyarakat berilmu menjadi tafaqquh fiddin yang mampu memperteguh keimanan kita kepada Allah SWT,” ujar Ahmad Bustomi.

" Yang Mana Musabaqah Qiraatul Kutub tingkat Santri akan menjadi agenda resmi setiap 1 tahun sekali. Sedangkan perlombaan tahun ini mengambil tema “Santri Untuk Perdamaian Dunia ” yang diikuti sedikitnya 40 peserta Dari Seluruh pondok pesantren di Kota Pontianak Dan sekitarnya," pungkasnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved