Wawancara Eksklusif
Darwis: Pikiran Jokowi Sedang Berat
Hasilnya sungguh maksimal. Darwis Triadi berhasil menunjukkan karakter seorang Joko Widodo melalui kameranya.
Ada satu hal yang kalau saya tarik ke belakang, saya selalu berpikir begini, saya melihat foto Bapak, dulu, yang setelah Beliau dilantik pada 2014 banyak terpajang. Dalam hati saya berpikir,
"Ini foto Bapak, kok karakternya tidak keluar." Saya berpikir begitu. Saya ini tahu bagaimana teknis lighting, saya fotografer portrait, jadi saya mempelajari itu.
Jadi, kalau ada teknis yang tidak tepat, saya hanya bilang, "Ketidaktepatan menggunakan cahaya membuat karakter jadi sulit keluar."
Kedua adalah bagaimana meng-capture sebuah karakter yang betul-betul mencerminkan apa yang ada di dalam figure tersebut. Tidak mudah memang, tapi kalau kita sudah tahu, ya gampang. Itu saja persoalannya.
Setelah saya dipanggil, kok apa yang saya pikir, saya impikan, ternyata terealisasi. Jadi saat saya motret Bapak berkampanye, saya hanya berpikir mudah-mudahan saya motret untuk official fotonya karena buat saya sebuah foto official kenegaraan itu merepresentasikan ke luar negeri, tidak hanya di dalam negeri.
Baca: PREDIKSI PS Tira Vs Bhayangkara FC LIVE Indosiar Shoppe Liga 1 18:30, Paul Munster : Laga Adik-Abang
Di luar negeri harus, "Ini kepala negara gua." Itu yang terpenting. Jadi, kalau kita lihat foto-foto kepala negara di luar, itu gagah sekali. Mungkin karena yang motret orang yang paham.
Bukan berarti di sini tidak paham, tapi mungkin secara detail kurang paham. Memotret itu sebetulnya bukan hanya masalah teknis.
Kalau teknis bisa kita pelajari. Soal teknis, saya rasa agak sedikit orang yang paham mengenai itu. Jadi, itulah yang sebetulnya.
Tribun: Bagaimana proses Anda menjadi official photographer?
Darwis: Karena memang Bapak sebelumnya bilang, "Kalau waktunya tepat, kita motret lagi."
Saya memang mempersiapkan diri untuk itu. Sebetulnya persiapan tidak harus secara ini juga karena saya sudah tahu kira-kira kebutuhannya seperti ini.
Tinggal saya selalu berpikir bagaimana saat saya memotret saya bisa berkomunikasi secara prima dengan Bapak dan Pak Kiai.
Tribun: Berapa lama proses pemotretan Jokowi dan Maruf Amin?
Darwis: Tiga puluh menit, tapi sebelumnya saya sempat ngobrol dengan Bapak selama tiga sampai lima menit. Sebetulnya saya mengobrol hanya untuk menetralkan.
Saya bicara yang rileks saja, tidak bicara yang berat-berat. Saya utarakan hal-hal sederhana yang bisa bikin Bapak senyum. Itu saja. Supaya rileks saat difoto. Intinya cuma itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/fotografer-darwis-triadi.jpg)