Sylva Untan Ekspedisi Aneka Ragam Hayati di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya
GRUP MAMMALS (Kelompok Pemerhati Mamalia) & GRUP HERPETOFAUNA (Kelompok Pemerhati Amfibi & Reptil).
Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Maudy Asri Gita Utami
Sylva Untan Ekspedisi Aneka Ragam Hayati di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya
PONTIANAK - Kegiatan Ekspedisi Grup Sylva Untan berlokasi di Resort Belaban KM 37 Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR), Kabupaten Melawi akan diadakan pada tanggal 17-27 Oktober 2019.
Ekspedisi Grup Sylva Untan dilaksanakan oleh 2 Grup Sylva PC. Universitas Tanjungpura.
GRUP MAMMALS (Kelompok Pemerhati Mamalia) & GRUP HERPETOFAUNA (Kelompok Pemerhati Amfibi & Reptil).
Selain itu, Ekspedisi Grup Sylva Untan melibatkan 2 Universitas, dengan beranggota kan 12 orang dari Mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura (UNTAN) & 2 Mahasiswa lainnya dari Fakultas Pertanian, jurusan kehutanan Universitas Kapuas Sintang (UNKAS).
Baca: Mahasiswa IAIN Pontianak Lakukan Ekspedisi Borneo Menuju Desa Mengkalang Jambu
Baca: Bupati Sintang Jarot Winarno Lepas Tim Ekspedisi Merah Putih Menuju Puncak Bukit Raya
Kegiatan ini diketuai oleh Novri Wellem Bara'a serta Dr. Hari Prayogo, S.Si, M.Si selaku Dosen pembimbing kegiatan Ekspedisi Grup Sylva Untan.
"Kegiatan ini untuk mengeksplorasi dan mengetahui keanekaragaman hayati yang berada di lokasi Resort Belaban KM 37, Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR) Kabupaten Melawi, khususnya pada bidang mamalia & Herpetofauna (Amphibi & Reptil)," ujar Novri.
Adapun tujuan dari kegiatan ini, lanjutnya untuk menambah dan meningkatkan kapasitas profesionalitas dalam bidang Ilmu Konservasi Alam yang lebih spesifik dan mengungkapkan apa saja keanekaragaman hayati yang ada di lokasi tersebut.
Penelitian - penelitian sebelumnya yang dilaksanakan oleh mahasiswa dan aktivis peduli lingkungan, juga menjadi acuan dasar untuk mengetahui update informasi terbaru yang akan di lakukan nanti boleh mereka.
"Kami mengharapkan dengan diadakannya kegiatan ekspedisi ini, dapat memberikan informasi berupa data yang akan di publish secara luas kepada masyarakat. Selain menambah ilmu dan wawasan pengetahuan tentang ilmu konservasi, kami mengharapkan semangat bagi mahasiswa & masyarakat tentang pentingnya ekosistem/tempat tinggal untuk melestarikan satwa tersebut agar tidak berada di garis kepunahan," tambahnya.
Selain itu, selaku dosen pembimbing Hari Prayogo, mengatakan ekspedisi ini sangat penting sekali terutama untuk mahasiswa yang nantinya mereka akan menjadi tenaga ahli yang profesional dalam bidang ilmu ekologi dan konservasi terutama dalam keanekaragaman hayati khususnya mamalia, amfibi dan reptil yang ada di Kalimantan barat.
"Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya mempunyai keanekaragaman hayati hutan hujan tropis yang tinggi dari perbukitan dan juga memiliki satwa endemik Kalimantan barat yaitu Barbourula kalimantanensis (Katak tanpa paru-paru) yang menjadi pusat perhatian para peneliti dunia karena keunikan nya tersebut," sebut Hari.
"Harapannya ekspedisi ini, bisa mengungkapkan apa saja mamalia, amfibi dan reptil yang ada di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR) yang nantinya bisa menjadi informasi pihak pengelola dan masyarakat yang ada di Kalimantan barat ataupun nasional dan internasional tentunya," Ujar, Dr. Hari Prayogo selaku pembimbing Ekspedisi grup Sylva Untan. (*)
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/grup-sylva-untan-melakukan-ekspedisi-di-tnbbbr-frevb.jpg)