HUT PPNI ke-45, Tawarkan Solusi Masalah Kesehatan dengan Program Satu Desa Satu Perawat

Ini menurutnya seusai target kesehatan menurunkan angka stunting 30 ke dibawah 20.

HUT PPNI ke-45, Tawarkan Solusi Masalah Kesehatan dengan Program Satu Desa Satu Perawat
TRIBUNPONTIANAK/Tri Juliansyah
Peringatan HUT ke 45 Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) se Provinsi Kalimantan Barat dilaksanakan di Kabupaten Mempawah, Rabu (16/10) malam. Kontingen DPD PPNI Singkawang saat melaksanakan defile di hadapan wakil gubernur Kalbar. 

HUT PPNI ke-45, Tawarkan Solusi Masalah Kesehatan dengan Program Satu Desa Satu Perawat

MEMPAWAH - Peringatan HUT ke 45 Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) se Provinsi Kalimantan Barat dilaksanakan di Kabupaten Mempawah, Rabu (16/10/2019) malam.

Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan 14 kontingen dari 14 Kabupaten/Kota ini akan berlangsung hingga 19 Oktober.

"Seperti biasa kalbar selalu meriah, sebelumya perayaan Hut PPNI di Putusibau juga sama ramainya. Semoga ini terus terjaga silahturahmi perawat dalam membantu pemda dalam hal kesehatan," ujar Ketua Umum DPP PPNI, Harif Fadhillah

Ia mengatakan PPNI merupakan satu-satunya organisasi keperawatan yang lebih 1 juta anggotanya termasuk di luar negeri.

Baca: PPNI Adakan Seminar dan Workshop Perawatan Modern Luka Akut dan Kronik, Ini Tujuannya

Baca: PPNI Komisariat RS Rubini dan Procare Mempawah Selenggarakan Seminar dan Workshop

"Mudah-mudahan ini terus bertambah kegiatan ini temanya keluarga dan masyarakat sehat bersama perawat," katanya.

Ia mengatakan Program unggulan dalam implementasinya berupa advokasi agar perawat yang punya potensi bisa menyukseskan pembangunan kesehatan sesuai visi misi pemerintah, dengan program satu desa satu perawat.

"Kami berharap Gubernur dan bupati bisa membantu dukungan kebijakan untuk program ini. Ini juga salah satu bagian solusi meningkatkan derajat kesehatan dan menyelesaikan masalah kesehatan," lanjutnya

Ini menurutnya seusai target kesehatan menurunkan angka stunting 30 ke dibawah 20.

"Sudah selayaknya profesi yang mulia, kemuliaan kita sebagai perawat pada melayani manusia. Maka tingkatkan pelayanan ini tanpa meninggalkan nnilai kemanusian, reutlah pengakuan dan simpati masyarakat," pungkasnya. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Try Juliansyah
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved