Edi Kamtono Sebut Banyak Nilai dan Adab Dalam Makan Saprahan

Pemerintah Kota Pontianak menggelar Festival Saprahan untuk kelima tahunnya, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka HUT Kota Pontianak

Edi Kamtono Sebut Banyak Nilai dan Adab Dalam Makan Saprahan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SYAHRONI
Satu diantara kelompok peserta yang mengikuti acara Festival Saprahan ke 5 yang diadakan oleh Pemkot Pontianak, di PCC, Kamis (18/10/2019). 

Edi Kamtono Sebut Banyak Nilai dan Adab Dalam Makan Saprahan

PONTIANAK - Pemerintah Kota Pontianak menggelar Festival Saprahan untuk kelima tahunnya, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka HUT Kota Pontianak yang saat ini sudah memasuki usia 248.

Saprahan merupakan budaya melayu untuk menjamu makan dan saat ini sudah ditetapkan sebagai budaya tak benda berasal dari Kota Pontianak.

Sebanyak 30 tim ikut berpartisipasi dalam kegiatan Festival Saprahan yang dipusatkan pada Gedung Pontianak Convention Center (PCC) Kota Pontianak, Jalan Sultan Syarif Abdurrahman, Kamis (18/10/2019).

"Makan Saprahan ini adalah budaya kita, kita terus lestarikan dan kali ini dilengkapi pula dengan inovasi yang dilakukan oleh Tim Penggerak PKK," ucap Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono saat diwawancarai.

Baca: FOTO: Peserta Festival Saprahan Menyajikan Beragam Menu Dalam Rangka HUT ke 248 Kota Pontianak

Baca: Pemkot Pontianak Gelar Festival Saprahan di Gedung PCC

Baca: Gelar Festival Saprahan ke 5, TP PKK Berikan Inovasi Olahan Ikan

Ia menegaskan Saprahan merupakan warisan budaya yang telah terdaftar sebagai warisan budaya tak benda. Selain itu adapula pula arakan pengantin, paceri nanas, meriam karbit, dan lainnya.

Edi Kamtono bertekad menjadikan Pontianak sebagai kota budaya yang harus terus di tingkatkan inovasi dan kreativitasnya.

"Saya berharap dengan lomba inovasi saprahan ini memberikan nilai edukatif bagi generasi muda untuk terus kita pertahankan budaya ini, kali ini juga ada inovasi dalam menghidangkan ikan dalam menu yang dihidangkan," tambahnya.

Meskipun diberi kebebasan dalam berinovasi untuk memasa ikan, namun pakem budaya harus dipertahankan tidak merubah nilai-nilai yang ada.

Edi Kamtono menceritakan banyak adab dan nilai yang terkandung didalam makan bersaprah. Saprahan ini diselenggarakan untuk menerima tamu dan penghormatan biasa pula dilaksanakan saar acara pernikahan dan sebagainya. Oleh karena itu, ia berharap generasi muda memetik nilai-nilai yang ada didalam saprahan.

"Saprahan dengan makan bersama, duduk bersila ini menjadikan silaturahmi kita semakin akrab. Inilah budaya melayu yang patut kita pertahankan,"tambahnya.

Ia berharap melalui kegiatan ini bisa menumbuhkembangkan ekonomi kreatif dan pertumbuhan ekonomi, baik dari sisi kuliner, fashion dan kreativitasnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Syahroni
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved