Terdampak Abrasi, Fajar: Masyarakat Mempawah Sadar Bahaya Menebang Mangrove

Terlebih beberapa daerah di Kabupaten Mempawah menurutnya telah terdampak abrasi.

Terdampak Abrasi, Fajar: Masyarakat Mempawah Sadar Bahaya Menebang Mangrove
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Ketua TP PKK Kalbar, Lismaryani foto bersama stakeholder lainnya menanam mangrove. 

Terdampak Abrasi, Fajar: Masyarakat Mempawah Sadar Bahaya Menebang Mangrove

MEMPAWAH - Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Mempawah, Raja Fajar menilai upaya penanaman mangrove cegah abrasi oleh pemerintah daerah sangat tepat.

Terlebih beberapa daerah di Kabupaten Mempawah menurutnya telah terdampak abrasi.

"Menurut saya, program pemkab Mempawah ini sudah sangat tepat mengingat wilayah pesisir Mempawah yang panjangnya lebih kurang 89 km sangat rawan akan ancaman abrasi. Menanam mangrove, merupakan program yang tepat untuk melindungi pesisir yang dibeberapa lokasi sudah mengalami abrasi," ujarnya, Rabu (16/10/2019)

Baca: Tersangka Pencabulan Tak Ditahan, Polres Singkawang Beberkan Hal Ini

Baca: Warga Harap Pilkades Semburing Aman dan Damai

Menurut dia program ini harus bersifat berkelanjutan sehingga semakin memperkuat wilayah pesisir dari ancaman abrasi.

Terlebih menurut dia manfaat daru hutan mangrove ini sangat beragam tidak hanya bagi lingkungan.

"Menanam mangrove harus berkelanjutan, bukan kuantitas yang diutamakan, namun kualitas yang perlu di kedepankan. Sementara pemanfaatannya bisa untuk kegiatan wisata, itu merupakan bonus saat kita melakukan kegiatan konservasi," katanya.

Tentu pemanfaatan hutan mangrove ini menurutnya, tergantung inisiatif dan kemauan masyarakat dilokasi tersebut.

"Kembali lagi ke masyarakat setempat apakah mau memanfaatkannya atau tidak, pemerintah daerah sekedar memberikan support, namun pelaku utamanya adalah masyarakat itu sendiri," katanya.

Diakuinya dibeberapa desa sudah mulai sadar akan bahaya abrasi dan pentingnya menanam mangrove.

"4 tahun terakhir mereka sudah sadar bahwa menebang mangrove itu salah, Contoh, masyarakat Desa Pasir, Desa Mendalok, Penibung. bakau kecil, dan desa sungai bakau besar laut," pungkasnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Try Juliansyah
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved