Pemkot Pontianak Bedah 13 Ribu Rumah Tak Layak Huni

Edi Rusdi Kamtono menegaskan, kepedulian Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak terhadap masyarakatnya

Pemkot Pontianak Bedah 13 Ribu Rumah Tak Layak Huni
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono. 

Citizen Reporter
Humas Pemkot Pontianak
Jimmy Ibrahim

Pemkot Pontianak Bedah 13 Ribu Rumah Tak Layak Huni

PONTIANAK - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menegaskan, kepedulian Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak terhadap masyarakatnya, terutama warga yang kurang mampu, terus dilakukan.

Satu diantaranya melalui program bedah rumah. Menurutnya, sejak tahun 2008, Pemkot Pontianak sudah melakukan program bedah rumah.

"Sekarang sudah hampir 13 ribu rumah yang kita perbaiki melalui program tersebut," ujarnya, usai menghadiri Apel Besar Tiga Pilar di Hotel Aston Pontianak, Senin (14/10).

Diakuinya, masih ada sekitar 1.800 rumah yang perlu dibedah. Program tersebut tidak serta merta dilakukan sekaligus, tetapi secara bertahap.

Baca: Selain Dapat Bantuan Bedah Rumah, Keluarga Lena Juga Dapat Sepeda Namun Digadaikan

Baca: Tinggal Digubuk, Lena Tercatat Sebagai Penerima PKH dan Pernah Dapat Bedah Rumah Tapi Dijual

Baca: Fakta Menarik Keluarga Tinggal Digubuk, Pernah Dapat Bantuan Bedah Rumah Dari Pemkot Pontianak

Saat ini rumah yang rusak berat bisa dikatakan tidak ada, yang ada hanya rusak ringan.

"Semua ini masuk dalam program bedah rumah. Nanti kita juga akan anggarkan untuk perbaiki toiletnya," tuturnya.

Anak-anak usia sekolah, lanjut Edi, juga harus bersekolah. Tidak boleh ada anak yang tidak bersekolah sebab sekolah gratis.

Bantuan-bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan raskin, KIS dan lainnya semua menjadi fokus pihaknya.

"Kami tidak sendirian tetapi kita dibantu oleh Kementerian Sosial," sebutnya.

Edi meminta masyarakat juga peduli terhadap warga yang ada di sekitarnya. Kalau ada warga kurang mampu yang sakit, silakan RT/RW laporkan ke kelurahan.

"Saya minta camat dan lurah untuk memantau seluruh warga di wilayahnya masing-masing," imbuhnya.

Seperti halnya berita viral Lena sekeluarga, yang notabene secara administrasi kependudukan masih tercatat sebagai warga Pontianak, kepindahan mereka ke Kabupaten Kubu Raya dan mendirikan gubuk di sana tanpa melapor dari RT atau lurah tempat asalnya.

"Padahal kalau mereka lapor ke kita, kita siapkan tempat tinggal bagi mereka di rumah susun," pungkasnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak
Penulis: Syahroni
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved