Tinggal Digubuk, Lena Tercatat Sebagai Penerima PKH dan Pernah Dapat Bedah Rumah Tapi Dijual
Terkuak dari balik kisah viralnya satu keluarga yang tinggal di gubuk tidak layak huni bahkan mirip kandang ayam di Mega Timur
Tinggal Digubuk, Lena Tercatat Sebagai Penerima PKH dan Pernah Dapat Bedah Rumah Tapi Dijual
PONTIANAK - Ada kisah lain di balik viralnya satu keluarga yang tinggal di gubuk tidak layak huni bahkan mirip kandang ayam di Mega Timur, Kubu Raya.
Keluarga tersebut atas nama Lena sebagai kepala keluarga dengan empat orang anaknya. Sedangkan suaminya tidak terdaftar didalam Kartu Keluarga.
Beberapa hari terakhir kisah pilu Lena, telah menyedot perhatian khalayak ramai. Lantaran tinggal digubuk tidak layak huni.
Menurut Camat Pontianak Utara, Aulia Candra saat diwawancarai menegaskan keluarga Lena telah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kota Pontianak.
Baca: VIDEO: Viral Tinggal Digubuk, Warga Ungkap Fakta Berbeda Tentang Keluarga Lena
Baca: FOTO: Sejumlah Dermawan Kunjungi Gubuk Yang Ditempati Keluarga Sapriadi dan Lena Bersama 4 Anaknya
Baca: Harus Tinggal Digubuk 2x3 Meter dengan 4 Anak, Kisah Keluarga Lena Bikin Pilu
"Bu Lena, saya sampaikan memang saat ini masih terdaftar sebagai warga Gang, Bentasan 1 Kelurahan Siantan Hulu kecamatan Pontianak Utara," ucap Aulia saat diwawancarai, Minggu (13/10/2019).
Aulia Candra menjabarkan detail terkait keluarga Lena yang menyedot perhatian.
Sebelum pindah ke gubuk yang berada di tanah milik orang saat ini (Mega Timur), lena pernah tinggal di Bentasan 1, dan saat tinggal disana Leba bersama suaminya mendapatkan bantuan rumah tidak layak huni untuk tempat tinggalnya.
Namun kondisi sekarang rumah itu telah dijual oleh suaminya, kemudian mereka tinggal di rumah orangtuanya di Gang Swadaya I, yang juga sudah dijual.
"Selama ini Bu Lena juga menjadi penerima manfaat dari Program Keluarga Harapan (PKH). Untuk Kartu Indonesia Sehat (KIS) sudah dimasukkan dalam daftar, hanya pada saat akan diverifikasi yang bersangkutan sudah tidak berada ditempat," jelas Aulia saat diwawancarai Tribun Pontianak.
Seiring meninggalkan Gang Swadaya I, keberadaan lena tidak diketahui dan baru sekarang diketahui dan membuat pondok di Mega Timur.
Aulia berharap kejadian ini tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang bisa mengurangi kredibilitas Pemerintah Kota Pontianak.
"Selama ini, selain pemerintah Kota Pontianak, masyarakat dan RT setempat juga sering memberikan bantuan untuk mereka. Namun karena ada indikasi pernasalahan internal keluarga sehingga bantuan yg diberikan sering disalahgunakan," ucap Aulia dan pernyataan persoalan keluarga ini dipertegas warga Gang Swadaya I saat Tribun Pontianak menelusuri kasus ini.
Satu diantara contoh adalah bantuan rumah yang sudah dibedah pemerintah , seharusnya tidak boleh untuk diperjualbelikan. Namun rumah tersebut dijual oleh suaminya.
"Sekali lagi, kami harapkan agar tidak ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan sendiri ataupun golongan, jikalau ingin memberikan bantuan silahkan saja, tapi tanpa ada embel-embel yang lainnya," pungkas Aulia.
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/kisah-pilu-keluarga-lena-kubu-raya-kalimantan-barat-tinggal-di-gubuk-mirip-kandang-ayam-miris.jpg)