Ditutupnya Jembatan Kapuas II Berdampak Pada Kepadatan Kapuas I dan Penyeberangan Feri
Selain itu, Utin menegaskan sudah berkoordinasi pula dengan ASDP untuk menambah jam operasional feri penyeberangan.
Penulis: Syahroni | Editor: Maudy Asri Gita Utami
Ditutupnya Jembatan Kapuas II Berdampak Pada Kepadatan Kapuas I dan Penyeberangan Feri
PONTIANAK - Akibat penutupan Jembatan Kapuas II dari pukul 12.00-24.00 WIB dan andanya pengalihan arus, memang berdampak drastis terhadap kepadatan lalulintas didalam Kota Pontianak khususnya Kapuas I.
Selain kepadatan di Jembatan Kapuas I, kondisi serupa juga terjadi pada penyeberangan feri.
Untuk di Kapuas I, meskipun adanya pengalihan arus, Kepala Dinas Perhubungan Kota Pontianak, Utin Srilena Candramidi menegaskan tetap untuk roda dua dan roda empat .
"Jadi tidak untuk kendaraan truk, pikup bermuatan termasuklah bus dan kontainer," ucap Utin Srilena Candramidi menjelaskan pada Tribun Pontianak, Senin (14/10/2019).
Baca: VIDEO DRONE: Suasana Kemacetan Menuju Jembatan Kapuas I
Baca: FOTO: Kemacetan Menuju Jembatan Kapuas I hingga ke Jalan Veteran Dampak Penutupan Jembatan Kapuas II
Dilarangnya kendaraan, selain roda dua dan empat, melewati Jembatan Kapuas I bukan tanpa alasan.
Pasalnya konstruksi Jembatan Kapuas I, menurut Utin Srilena setelah dilakukan pengecekan dan ujicoba oleh Balai Jalan kondisinya tidak memungkinkan dilewati kendaraan besar dan bermuatan.
Semua harus mentaati aturan, kalau tidak bisa membahayakan masyarakat.
Selanjutnya, untuk feri penyeberangan juga mengalami kenaikan penumpang.
Banyak sekali truk-truk yang mengantre untuk menyeberang baik dari arah Siantan maupun dari Bardan.
"Kita membatasi muatan truk yang akan menyeberang menggunakan fery, bersama ASDP kita sepakati hanya boleh membawa muatan 5 ton," tegasnya.
Tidak boleh angkutan truk lebih dari 5 ton, karena untuk keselamatan. Pasalnya dermaga Siantan baru-baru ini ditabrak oleh kapal dan membuat dolphin roboh.
"Jangan sampai muatan berat, lalu membahayakan dari dermaga itu sendiri, kita maunya semua selamat dan aman,"tambahnya.
Selain itu, Utin menegaskan sudah berkoordinasi pula dengan ASDP untuk menambah jam operasional feri penyeberangan.
Biasanya sampai jam 20.00, namun kali ini beroperasinya hingga 22.00 WIB.