DISINFORMASI
Wiranto Ditusuk Tanggal 9 Diviralkan Tanggal 10, Kemkominfo Pastikan Hasil Manipulasi
Saat itu Wiranto ditusuk orang tak dikenal Kamis (10/10/2019) saat kunjungan kerja di Alun-alun Menes, Pandeglang, Banten........
Penulis: Marlen Sitinjak | Editor: Marlen Sitinjak
DISINFORMASI - Wiranto Ditusuk Tanggal 9 Diviralkan Tanggal 10, Kemkominfo Pastikan Hasil Manipulasi
KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemkominfo) melalui situs web kominfo.go.id meng-counter informasi bohong yang sempat beredar luas via sosial media terkait kasus yang menimpa Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) RI, Wiranto.
Postingan di media sosial yang menulis 'Wiranto Ditusuk Tanggal 9 Diviralkan Tanggal 10' dipastikan berita bohong atau hoaks.
Baca: MOTIF Pasutri Terpapar ISIS Pilih Wiranto jadi Target Penyerangan, Pengamat Terosis Angkat Bicara
Baca: KABAR Terkini Menko Polhukam Wiranto, Sempat Jalani Operasi hingga Instruksi Jokowi
Berikut penjelasan lengkap Kemkominfo:

KATEGORI: DISINFORMASI
Penjelasan:
Telah beredar sebuah postingan di media sosial Facebook yang menyebutkan bahwa kejadian penusukan kepada Wiranto terjadi pada tanggal 9 Oktober 2019 dan baru diviralkan pada tanggal 10 Oktober 2019.
Unggahan tersebut disertai dengan dua gambar hasil tangkapan layar.
Gambar pertama menunjukan sebuah postingan di YouTube video berjudul "Pak Wiranto ditusuk" yang menunjukan tanggal postingan pada 9 Oktober 2019 dan yang kedua, terdapat sebuah artikel dari viva.co.id dengan judul "Wiranto Dikabarkan Akan Ditusuk Oleh orang Tidak Dikenal di Banten".
Setelah ditelusuri, ditemukan fakta bahwa informasi tersebut adalah tidak benar.
Berdasarkan seluruh sumber informasi dari media kredibel, menyebutkan kejadian penusukan terhadap Wiranto terjadi pada hari kamis, 10 Oktober 2019 ketika Wiranto menghadiri acara peresmian Gedung Kuliah Bersama di Universitas Mathla’ul Anwar yang beralamat di Kampung Cikaliung, Desa Sindanghayu, Kecamatan Saketi.
Kemudian, terkait artikel viva.co.id dengan judul "Wiranto Dikabarkan Akan Ditusuk Oleh orang Tidak Dikenal di Banten" adalah hasil dari manipulasi dengan menambahkan kalimat "Dikabarkan Akan" dari judul asli artikel yang dimuat oleh viva.co.id yang berjudul "Wiranto Ditusuk Orang Tak Dikenal di Banten" dan dimuat pada tanggal 10 Oktober 2019.
Artikel ini telah tayang di kominfo.go.id dengan judul '[DISINFORMASI] Wiranto Ditusuk Tanggal 9 Diviralkan Tanggal 10'
Kerabat Wiranto yang tinggal di rumah Wiranto di Solo di Kampung Bungur 2 Kampung/ Kelurahan Punggawan, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jumat (11/10/2019) pagi. TribunSolo.com/Ryantono Puji
Keluarga di Solo Syok Hingga Gemetaran Saat Dengar Kabar Wiranto Ditusuk
SOLO - Keluarga Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto di Kota Solo mengaku syok mendengar adanya insiden penusukan yang menimpa kerabatnya itu.
Sepupu Wiranto, Ning Sudiyastuti (67) ditemui TribunSolo.com secara khusus di kediaman Wiranto di Solo menuturkan, pihaknya mengetahui kabar ditusuknya Wiranto dari media.
"Saya kaget lihat televisi ada kabar itu (penusukan) Pak Wiranto," kata Ning ditemui TribunSolo.com di Kampung Bungur 2 Kampung/ Kelurahan Punggawan, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jumat (11/10/2019) pagi.
"Saya sampai gemetaran lihat kabar itu," tambah Ning.
Ning mengatakan, dia langsung istighfar saat mengetahui kabar tersebut dan segera mematikan televisi.
Sebab, kakak Wiranto yang ada di Solo sedang sakit.
Bila mendengar kabar tersebut dikhawatirkan akan memperburuk kesehatannya di kemudian hari.
"Saya itu sepupu tapi sudah dianggap seperti adik kandung sama Pak Wiranto jadi disuruh tinggal di rumahnya di Solo ini sambil merawat mbak (kakak) Wiranto," ujar Ning.
Ning menyayangkan insiden itu menimpa kakak sepupunya, Wiranto dan menyebabkan sampai harus dirawat.
"Kita minta doannya agar Pak Wiranto segera sehat," papar Ning.
Ditusuk Anggota JAD
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto ditusuk orang tak dikenal saat berada di Alun-alun Menes, Pandeglang, Banten setelah meresmikan Gedung Kuliah Bersama di Universitas Mathla'ul Anwar.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, bahwa pelaku sudah saat ini sudah ditangkap.
Menurut polisi, Wiranto menderita luka di tubuh bagian depan.
Polisi mengamankan dua pelaku yang terdiri dari satu perempuan dan satu laki-laki bernama Syahril alias Abu Rara dan Fitri Andriana
Polisi menyebut pelaku terpapar radikalisme ISIS dan tengah mendalami kaitannya dengan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan mengungkapkan bahwa penusuk Menko Polhukam Wiranto, merupakan anggota kelompok terorisme JAD Bekasi.
"Dari dua pelaku ini kami sudah bisa mengindentifikasi bahwa pelaku adalah dari kelompok JAD Bekasi," ujar Budi di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (10/10/2019).
Ia menambahkan, pelaku yakni Abu Rara, dulunya anggota JAD dari Kediri, Jawa Timur.
Ia kemudian pindah ke Bogor.
Setelah cerai dengan istrinya, Abu Rara pindah ke Menes, Pandeglang, Banten.
"Karena cerai dengan istri pertama pindah ke Menes," ungkapnya.
"Dan difasilitasi oleh salah satu Abu Syamsudin, dari Menes, untuk tinggal di sana (Menes)," ucap dia. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Reaksi Keluarga Wiranto di Solo Gemetaran Saksikan Insiden Penusukan yang Dilakukan Teroris