TRIBUNWIKI

Sejarah dan Fakta Dream Catcher, Si Penangkap Mimpi Buruk

Dahulu kala beberapa suku asli Amerika seperti Suku Ojibwe, mempercayai jika Dream Catcher merupakan wujud dari perlindungan sang Dewi

Penulis: Rizki Fadriani | Editor: Tri Pandito Wibowo
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ANGGITA PUTRI
Dream Catcher hasil karya Gunanti 

Sejarah dan Fakta Dream Catcher, Si Penangkap Mimpi Buruk 

Dream catcher atau yang sering kita dengar sebagai penangkap mimpi memiliki sejarah yang sakral lho!

Dahulu kala beberapa suku asli Amerika seperti Suku Ojibwe, mempercayai jika Dream Catcher merupakan wujud dari perlindungan sang Dewi laba-laba untuk melindungi anak-anak dari suku mereka.

Jika kebanyakan budaya menganggap bahwa laba-laba merupakan lambang hitam atau hal yang kurang baik, ini tidak berlaku pada orang suku Ojibwe.

Suku Ojibwe malah beranggapan sebaliknya. Mereka menganggap laba-laba sebagai sebuah simbol perlindungan.

Baca: Ramalan ZODIAK Hari Ini & Ramalan SHIO - Kelembutan Cinta Cancer dan Gejolak Pacar Virgo | Cek Shio

Laba-laba melambangkan energi penciptaan kaum wanita, kebijaksanaan, dan pembelajaran.

Kisah dari suku Ojibwe, seorang perempuan spiritual yang disebut sebagai wanita laba-laba dianggap sebagai pelindung spiritual bagi suku tersebut, terutama untuk anak kecil dan bayi.

Ketika orang-orang Ojibwe terus bertambah dan mulai menyebar ke seluruh negeri, wanita laba-laba yang mereka percayai tersebut diyakini akan mengalami kesulitan untuk mengawasi dan melindungi orang-orang dari suku tersebut, karena jarak yang jauh.

Seorang wanita bernama Asibikaashi membuat semacam jimat yang bisa melindungi suku Ojibwe ketika mereka berpindah tempat, dan jauh dari tempat asal suku mereka.

Inilah yang menjadi cikal bakal adanya Dream Catcher. Mengikuti apa yang dilakukan Asibikaashi, para kakek dan nenek yang berasal dari suku tersebut mulai menciptakan dream catcher sebagai alat untuk melindungi anak dan keluarga mereka dari jarak yang jauh secara mistis.

Penangkap mimpi ini semuanya terbuat dari simpai dan urat jaring pohon Willow.

Baca: Video Detik-detik Menko Polhukam Wiranto Ditusuk di Pandeglang Banten

Dream Catcher dibuat dengan delapan titik jaring yang diletakkan dalam lingkaran, ini diartikan sebagai simbol dari delapan kaki laba-laba.

Dream Catcher ditenun oleh kakek dan nenek untuk anak-anak yang baru lahir dan menggantungkannya tempat tidur bayi zaman kuno bertujuan untuk melindungi sang anak dari mimpi buruk atau energi buruk.

Mereka menganggap jika mimpi buruk dapat masuk lewat mimpi, sehingga Suku Ojibwe menyatakan jika jaring itu digunakan untuk menangkap mimpi buruk dan mencegahnya masuk kedalam impian sang anak, sementara mimpi baik akan lolos melalui lubang ditengahnya.

Dalam legenda suku Ojibwe menyatakan sinar matahari pagi akan membersihkan jaring-jaring Dream Catcher dari mimpi buruk semalam.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved