Rosalina Ajak Kurangi Sampah Plastik, Khawatir Dimakan Ikan-ikan Kecil

Ia menyatakan sampah plastik terbukti memiliki dampak yang membahayakan ekosistem alam dan makhluk hidup di dalamnya.

Rosalina Ajak Kurangi Sampah Plastik, Khawatir Dimakan Ikan-ikan Kecil
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Septi Dwisabrina
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kubu Raya, Rosalina Muda Mahendrawan 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Septi Dwi Sabrina

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - Kian hari masalah sampah plastik makin serius. Berdasarkan data BPS, sampah plastik Indonesia mencapai 64 ton pertahun. Indonesia juga menduduki nomor dua di dunia sebagai penyumbang sampah plastik terbesar di laut.

Melihat permasalah tersebut, banyak pihak mulai melakukan aksi untuk mengurangi sampah plastik. Satu di antaranya, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kubu Raya, Rosalina Muda Mahendrawan.

Ia menyatakan sampah plastik terbukti memiliki dampak yang membahayakan ekosistem alam dan makhluk hidup di dalamnya.

"Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya di Kabupaten Kubu Raya untuk mengurangi limbah atau sampah plastik," ujarnya, Sabtu kemarin.

Ia juga menuturkan, beberapa waktu lalu ada ikan paus yang mati karena memakan sampah plastik. Begitu ditimbang, berat sampah plastik di tubuh ikan raksasa tersebut mencapai 5,9 kilogram.

Berkaca dari hal itu, Rosalina mengaku khawatir sampah plastik juga dimakan ikan-ikan kecil yang menjadi konsumsi manusia. Sebab, menurutnya, mikroplastik dan plankton yang menjadi makanan ikan punya bentuk serupa.

"Kita khawatir jangan-jangan ikan kecil yang kita konsumsi juga makan plastik. Karena mikroplastik dengan plankton itu tidak terlihat bedanya. Kita tidak pernah tahu sampai kapan nanti di piring kita isinya plastik semua tapi dalam bentuk ikan," tuturnya.

Baca: Polda dan GAPKI Kalbar Gelar FGD Guna Mencari Solusi dan Penanganan Karhutla

Baca: Pemprov Kalbar Apresiasi Upaya GAPKI Renovasi Sekolah di Tengah Perkebunan

Rosalina pun meminta masyarakat khususnya kaum ibu untuk lebih peduli sekaligus mengajak untukk mengurangi pemakaian plastik dalam aktivitas keseharian.

"Saya mengajak untuk memulai dari hal-hal yang kecil. Mulai sekarang kalau belanja usahakan membawa kantong sendiri dari rumah. Ini usaha kita untuk paling tidak bisa mengurangi sampah plastik," ajaknya.

Selain itu, Rosalina juga berpesan agar masyarakat berhati-hati menggunakan wadah dari plastik. Khususnya saat membeli makanan dan minuman.

"Usahakan membawa tempat sendiri. Kita tidak tahu plastik kemasan dan pembungkus itu diolah dari apa. Bisa jadi dari bahan-bahan daur ulang dan zat-zat tertentu yang mungkin berdampak buruk bagi kesehatan," pesannya.

Editor: Didit Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved