Festival Budaya Robo-robo 2019 akan Tampilkan Kesan Berbeda kepada Masyarakat

Robo-robo tahun 2019 ini akan berlangsung satu bulan penuh, dimulai 9 Oktober sampai 10 November 2019.

Festival Budaya Robo-robo 2019 akan Tampilkan Kesan Berbeda kepada Masyarakat
TRIBUNPONTIANAK/Ya' M Nurul Anshory
Panitia robo-robo Kabupaten Mempawah menggelar doa bersama dan makan tambol saprahan sebelum malam pembukaan, Rabu (9/10/2019). 

"Apa yang ingin kita rubah disini artinya, kita ingin masyarakat tahu bahwa diluar dari hari H robo-robo itu sendiri kita sudah melakukan kegiatan yang salah satunya adalah menampilkan budaya bernuansa kearifan lokal," ujarnya.

Mohlis menjelaskan, jadwal festival budaya robo-robo sudah disusun oleh panitia, yang mana semua agenda budaya yang direncanakan sedang dipersiapkan dan akan segera berjalan.

Dia menyebutkan, pembukaan robo-robo oleh Kepala Daerah, dalam hal ini Wakil Bupati bertujuan untuk memunculkan peran Pemerintah Daerah agar diketahui oleh masyarakat.

"Selama ini asumsi masyarakat event robo-robo ini hanyalah event jual beli, event ekonomi kreatif, orang berdagang pakaian dan sebagainya nah sekarang kita ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa robo-robo itu adalah budaya lokal kita disini, namun kita juga tidak akan menghilangkan aktivitas jual-beli yang selama ini sudah terkenal kepada masyarakat kita hanya akan menambahkan event budaya supaya lebih ditekankan lagi pada agenda robo-robo tahun ini," tuturnya.

Kemudian dia mengungkapkan, pada acara pembukaan robo-robo, panitia mengundang seluruh penggiat seni hadrah atau pemukul tar, dan dalam berjalannya kegiatan pihaknya juga akan mengadakan lomba hadrah, pencak silat, pangkak gasing dan kegiatan budaya lainnya.

"Robo-robo tahun ini yang pasti kita akan lebih memunculkan event seni budayanya yang selama ini terkesan sudah hilang, kami berharap peran serta masyarakat karena panitia lokal seperti kami ini tidak akan bisa berbuat apa-apa tanpa sumbangsih dari masyarakat dan untuk tahun ini kita mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Daerah yang sudah melakukan kerjasama yang luar biasa," tuturnya.

Lebih juah, Mohlis menjelaskan terkait kepanitiaan yang ada pada festival budaya tersebut, dimana ada tiga unsur kepanitiaan yakni panitia lokal, panitia Pemerintah Daerah, dan panitia Keraton Amantubillah, yang mana semuanya bersinergi dalam satu tujuan.

"Perlu kami perjelas juga di sini adanya panitia lokal dan panitia dari Pemerintah Daerah, serta dari Keraton itu bukan berarti kita ini berbeda. Tujuannya sama karena robo-robo ini adalah milik masyarakat Kabupaten Mempawah kita bersinergi dan bekerjasama untuk mensukseskan event budaya kita ini," ujarnya.

Lebih dalam lagi dia menjelaskan, panitia lokal tugasnya mengelola hiburan rakyat yang ada di Kuala Mempawah kemudian ada panitia tingkat Kabupaten yang mengurus segala urusan di Kabupaten, ada lagi panitia di Keraton yang mengurus segala urusan ritual dan sebagainya yang ada di Keraton.

"Itulah yang selalu selama ini saya tekankan kepada masyarakat bahwa robo-robo ini bukan milik orang Kuala Mempawah tapi milik seluruh masyarakat Kabupaten Mempawah, hanya kebetulan saja napak tilas Opu Daeng Manambon ini berada di Kuala dan acara pusatnya di Kuala," tegasnya.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Rokib
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved