Jika Kalbar Punya 1500 BumDes yang Sudah Berkembang, Sutarmidji: Menjadi Nilai Tambah Bagi Kalbar

Seperti pisang ada 25 ton, talas kita paling bagus di Kalbar karena 1 talas bisa 1.2 Kg

Jika Kalbar Punya 1500 BumDes yang Sudah Berkembang, Sutarmidji: Menjadi Nilai Tambah Bagi Kalbar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ANGGITA PUTRI
Foto bersama Gubernur Kalbar , Sutarmidji usai membuka kegiatan Seminar Internasional di Lantai 3 Gedung Rektorat Untan, Senin (7/10/2018). 

Jika Kalbar Punya 1500 BumDes yang Sudah Berkembang, Sutarmidji: Menjadi Nilai Tambah Bagi Kalbar

PONTIANAK - Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura bersama Bank Indonesia menggelar Seminar Internasional di Lantai 3 Gedung Rektorat Untan, Senin (7/10/2018).

Adapun tema yang diangkat "Membangun Desa Mandiri sebagai Sabuk Ketahanan Ekonomi" sekaligus pelantikan pengurus Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Pontianak periode 2019-2022.

Usai membuka acara, Gubernur Kalbar menanggapi terkait desa mandiri yang ada di Kalbar dan juga menyoroti terkait BumDes.

"Sebenarnya semua yang di konsep oleh Bappenas pusat ada dalam indikator desa mandiri indeks desa membangun sehingga kalau mau meningkatkan ekport dengan ini bisa," ujarnya.

Sutarmidji menambahkan, terakhir ada beberapa jenis sektor perkebunan dan perikanan yang sudah di ekport ke Malaysia .

Baca: Pelebaran Jalan di Meranti Dilakukan Acara Adat

Baca: Arif Sebut Perubahan Tatib Untuk Tingkatkan Kinerja Dewan

"Seperti pisang ada 25 ton, talas kita paling bagus di Kalbar karena 1 talas bisa 1.2 Kg. Kemudian ada komoditi ikan lain sebagainya yang perlu kita kembangkan ," ujarnya.

Ia mengatakan bahwa jangan hanya bicara tentang SDA dan yang perlu di tumbuh kembangkan di masyarakat itu seperti sektor pertanian, perkebunan hal itulah yang paling penting.

"Kalau kita punya 1500 BumDes dan sudah berkembang dan punya produk unggulan yang bisa di ekport yang menjadi nilai tambah tidak harus mereka memproduksi tapi bisa mereka membuat produk itu punya nilai tambah," ujarnya.

Jika dari 1500 desa kemudian berkembang dan bumdesnya ada menampung 4 orang tenanga kerjanya.

Maka akan ada 6 ribu pekerja dan kalau 6 ribu orang tersebut bisa mengembangkan usaha terbuka jadi apapun bisa semakin lebih baik.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Anggita Putri
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved