BREAKING NEWS - Seorang Pekerja Tower Asal Parindu Tewas Tersengat Listrik di Sekadau

Seorang pekerja yang berada dibawah naungan PT. Ankamor Kathulistiwa Mandiri Pontianak tersengat listrik hingga meninggal dunia

BREAKING NEWS - Seorang Pekerja Tower Asal Parindu Tewas Tersengat Listrik di Sekadau
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MARPINA WULAN
Polsek Belitang Hilir saat memeriksa TKP seorang pekerja yang tersengat listrik hingga meninggal dunia saat melakukan perbaikan tower di PT. Parna Agro Mas (PAM), yang berlokasi di desa Tapang Pulau kecamatan Belitang Hilir kabupaten Sekadau, pada Senin (7/10/2019). 

BREAKING NEWS - Seorang Pekerja Tower Asal Parindu Tewas Tersengat Listrik di Sekadau

SEKADAU - Seorang pekerja yang berada dibawah naungan PT. Ankamor Kathulistiwa Mandiri Pontianak tersengat listrik hingga meninggal dunia saat melakukan perbaikan tower di Desa Tapang Pulau kecamatan Belitang Hilir Kabupaten Sekadau, pada Senin (7/10/2019).

Korban berinisial Dd (33) warga Parindu Kabupaten Sanggau.

Korban merupakan ketua tim bersama 4 orang rekan kerja lainnya.

Kapolsek Belitang Hilir IPTU I Nengah Muliawan mengungkapkan, Kecelakaan tersebut terjadi pada Senin (7/10) pukul 10.30 WIB. Saat itu Dedy bersama 4 orang rekannnya melakukan penguatan tiang-tiang tower dengan ketinggian kurang lebih 10 meter.

Baca: Kades Empangau Hilir Harap Adanya Tower Pemancar Sinyal

Baca: Polres Sekadau Pasang Spanduk Peringatan di Lokasi Rawan Laka Lantas

Baca: Salurkan Listrik Lebih Baik, PLN Ganti Kabel di 604 Tower SUTT

"Korban bertugas melakukan pengeboran tiang menggunakan bor magnet. Sewaktu melakukan pengeboran ia sempat terkejut akibat tersengat listrik.

"Melihat hal itu, rekan kerja korban, Ponimin meneriaki Huda yang bekerja dibawah agar mencabut colokan listrik bor magnet," terang  Kapolsek Belitang Hilir, Selasa (8/10/2019)

Setelah tersengat seketika korban pingsan dan karena menggunakan tali pengaman serta langsung ditahan oleh rekan korban yang berada disampingnya korban berhasil ditahan dan tidak jatuh ke bawah.

Kemudian korban diturunkan dengan dibantu dua rekan lainnya yang saat itu sedang mengecat tiang tower bagian atas.

Sesampai di bawah, korban langsung dibawa ke klinik PT. Parna Agromas yang berada di sebelah tower, dan dinyatakan telah meninggal dunia oleh tim medis.

Kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Belitang Hilir, selanjutnya dipimpin langsung Kapolsek bersama anggota mendatangi tempat kejadian tersebut.

Diketahui, korban mengerjakan penguatan tiang tower tersebut sejak tanggal 25 September 2019 dan saat ini sudah tahap pengecatan tower.

"Jenazah korban telah di
serahkan ke pihak keluarga dengan menggunakan Ambulance milik PT. Parna Agro Mas," tambah Kapolsek Belitang Hilir.

Untuk penyelidikan lebih lanjut, Kapolsek menyarankan kepada keluarga korban untuk dilakukan autopsi, namun keluarga korban menolak dengan alasan pihak keluarga sudah menerima dan mengikhlaskan kejadian tersebut.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Marpina Sindika Wulandari
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved