Muhammad Pagi Berharap Program Penanaman Mangrove Sebagai Cara Utama Mengembalikan Ekosistem Alam

Dalam kurun waktu lima tahun saja, garis pantai yang ada di Mempawah tergerus oleh ombak destruktif hingga 30 meter.

Muhammad Pagi Berharap Program Penanaman Mangrove Sebagai Cara Utama Mengembalikan Ekosistem Alam
TRIBUNPONTIANAK/Ya' M Nurul Anshory
Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi, saat menerima bibit mangrove dari Danlantamal XII Pontianak Laksma TNI Agus Hariadi untuk di tanam, Senin (7/10) pagi. 

Muhammad Pagi Berharap Program Penanaman Mangrove Sebagai Cara Utama Mengembalikan Ekosistem Alam

MEMPAWAH- Kondisi geografis wilayah Kabupaten Mempawah sebagai daerah pesisir tak lepas dari semua problematika yang ada di bibir pantai, salah satunya adalah abrasi karena ketidakstabilan ekosistem alam.

Dalam kurun waktu lima tahun saja, garis pantai yang ada di Mempawah tergerus oleh ombak destruktif hingga 30 meter.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi ketika mengikuti agenda penanaman mangrove di Yonmarhanlan XII di Desa Kuala Secapah, Kecamatan Mempawah Hilir, pada Senin (7/10) pagi.

"Abrasi pantai disebabkan karena terganggunya ekosistem alam yang mana hutan-hutan mangrove di sepanjang bibir pantai yang ada di Kabupaten Mempawah ditebang oleh masyarakat pada jaman dulu," ujarnya.

Baca: VIDEO: Hutan Mangrove di Kabupaten Mempawah Dimanfaatkan Jadi Objek Wisata

Baca: Kubu Raya Miliki Potensi Mangrove Terbaik, Muda Dukung Desa Wisata Kupah

Dia mengatakan, pohon mangrove yang selama ini menjadi benteng pertahanan bagi pantai itu sendiri di ambil oleh masyarakat lokal sebagai kayu bakar, di jual dan di terus ditebang secara massif.

Hingga akhirnya, habitat mangrove yang salah satu fungsi utamanya untuk melindungi garis pantai dari abrasi sudah tidak ada lagi.

Namun beberapa tahun terakhir ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Mempawah telah berupaya semaksimal mungkin mengembalikan habitat mangrove tersebut agar bisa kembali seperti dulu lagi.

"Berbagai macam cara sudah dilakukan oleh Pemerintah Daerah, mulai dari penanaman ulang, hingga mengalih fungsikan hutan mangrove yang masih tersisa sebagai objek wisata," katanya.

Muhammad Pagi tak menampik bahwa selama ini, bahkan sejak sebelum dia memimpin Kabupaten Mempawah, kondisi abrasi pantai di wilayahnya sudah terjadi sejak lama.

Halaman
12
Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved