Lulus Setelah Lima Kali Gagal, Prada Aris Ardianto Bertekad Hajikan Kedua Orangtua

Saya ingin membahagiakan mereka. Dan ingin menaikkan haji kedua orang tua saya

Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SEPTI DWISABRINA
Prada Aris Ardianto bersama kedua orang tuanya saat perhelatan HUT TNI ke 74 di Aula Kodam XII/Tanjungpura, Kubu Raya, Kalbar, Sabtu (5/10/2019). 

Lulus Setelah Lima Kali Gagal, Prada Aris Ardianto Bertekad Hajikan Kedua Orangtua

KUBU RAYA- Kedua orangtua Prada Aris Ardianto, Muslih (51) dan Suratinah (58) tak pernah menyangka anak laki-lakinya berhasil lolos menjadi prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Prada Aris Ardianto (20) terlatih memiliki semangat juang yang tinggi ini sempat gagal lima kali untuk menjadi abdi negara.

Anak kedua dari pasangan Muslih dan Suratinah ini menceritakan langkah demi langkah perjalananya hingga bisa berada di fase saat ini

Menurutnya, roda kehidupan tak selamanya mulus, seperti air yang terus mengalir. Banyak perjuangan serta pengorbanan yang harus ia lalui bersama kedua orang tuanya.

Awalnya, ia harus merasakan fase gagal saat menjalani tes kesehatan. Yang menyebabkan ia gagal adalah adanya permasalahan di bagian giginya sehingga harus beberapa kali pergi ke dokter untuk memastikan kesehatan giginya.

Baca: Tenggelamkan 18 Kapal Asing di Kalbar, Menteri Susi: Ini Penenggelaman Terakhir

Baca: Terkait Bantuan Beasiswa Pendidikan Siswa SMA/SMK Negeri, Ini Tanggapan Garuda Wiko

Kemudian, ia mencoba dan mencoba kembali mengikuti tes abdi negara tersebut. Lagi dan lagi pil pahit harus ia terima, karena tim dari pusat menyatakan perjuangannya harus terhenti.

"Ketika merasakan kegagalan itu, saya rasa putus asa dan susah tidur memikirkannya. Namun semua rasa gelisah itu terbayarkan sudah," ungkapnya bersyukur, Sabtu (5/10/2019).

Saat ditemui Tribun Pontianak, ia menuturkan sedari kecil memang bercita-cita menjadi prajurit TNI. Kedua orang tuanya selalu mendukung serta memberikan dorongan kuat kepadanya.

"Alasan terkuat saya adalah orangtua. Saya ingin membahagiakan mereka. Dan ingin menaikkan haji kedua orang tua saya," ujarnya dengan tekad kuat.

Patah semangat tak menjadikannya layu. Bahkan, jika tanpa doa kedua orang tuanya, ia pasti takkan bisa seperti saat ini. Melihat perjuangan ayah dan ibu, membuatnya bangkit.

"Karena doa orang tua, saya bisa membuat mereka bangga. Saya tidak ingin mengecewakan mereka, menjadi pahlawan yang berjasa si hidup saya," paparnya.

Prada Aris memiliki saudara kembar, yakni anak pertama. Serta seorang adik yang masih duduk di bangku sekolah.

Sebagai seorang ayah, Muslih pun menceritakan, sebelum menjadi tentara. Prada Aris pernah mendaftar menjadi anggota kepolisian, namun gagal.

Saat itu, hanya bermodalkan surat keterangan tidak mampu. Kemudian dilanjutkan kembali mencoba mendaftar TNI, namun nasib baik belum juga menghampiri.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved