Tinju Dunia

Gennady Golovkin is Back! Menang dalam Pertarungan Berdarah dan Rajai Kelas Menengah IBF dan IBO

Petinju kebanggaan Kazakhstan Gennady Golovkin alias GGG, kini mengoleksi 2 sabuk juara dunia yakni kelas menengah versi badan tinju dunia IBF dan IBO

Penulis: Marlen Sitinjak | Editor: Marlen Sitinjak
KOLASE TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Instagram@gggboxing
Gennady Golovkin is Back! Menang dalam Pertarungan Berdarah dan Rajai Kelas Menengah IBF dan IBO. 

* Tempat Tinggal: Brooklyn, New York, AS

* Tempat Lahir: Ukraina

Dalam pertarungan menghadapi Derevyanchenko, Golovkin sepertinya bakal menang mudah, ketika di ronde pertama mampu menjatuhkan Derevyanchenko lewat hook kanan.

Namun Derevyanchenko mampu segera bangkit dan meneruskan laga.

Pada ronde kedua hook kiri Golovkin yang masuk mulus di pelipis kanan Derevyanchenko, menghasilkan luka yang dalam di atas mata petinju asal Ukraina tersebut.

Tetapi lagi-lagi Derevyanchenko tak terpengaruh oleh luka parah yang terus mengucurkan darah sepanjang pertarungan tersebut.

Derevyanchenko yang tidak diunggulkan tak henti memberikan perlawanan gagah berani.

Beberapa kali hooknya menerobos pertahanan di rusuk Golovkin, yang membuat mantan juara dunia kelas menengah sejati asal Kazakhstan itu mundur.

Jab-jab Derevyanchenko juga sering merepotkan Golovkin.

Baca: Siapa Kevin Lee? Petarung yang Diam-diam Turun Kelas Demi Bisa Bertarung Lawan Khabib Nurmagomedov

Di sisi lain Golovkin yang mulai lambat di usia 37 tahun, sabar meladeni taktik Derevyanchenko (33 tahun) yang lincah dan agresif.

GGG lebih banyak mengincar sasaran berupa luka di pelipis kanan Derevyanchenko lewat jab-jab tajam.

Jual beli pukulan tak terhindarkan sepanjang pertarungan.

Derevyanchenko yang cedera di bagian pelipis mata mampu menuntaskan laga hingga 12 ronde.

Hasil pertarungan pun diputuskan para hakim pertandingan.

Tiga hakim memberikan kemenangan 114-113, 115-112, 115-112 untuk Gennady Golovkin yang kembali menjadi juara dunia setelah dikalahkan Saul Canelo Alvarez 2018 silam.

Penonton di arena mencemooh keputusan tersebut, karena merasa Derevyanchenko yang kini mengukir rekor 13-2-0 (10 KO) lebih pantas memenangi pertarungan. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved