KRONOLOGI Pelaku Cabuli Anak Lima Tahun di Sambas

Kapolres mengungkapkan, karena gangguan tersebut ibu korban merasa khawatir dan selanjutnya korban dibawa ke RSUD Pemangkat.

KRONOLOGI Pelaku Cabuli Anak Lima Tahun di Sambas
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Tersangka berinisial Z (23) yang melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur. 

KRONOLOGI Pelaku Cabuli Anak Lima Tahun di Sambas

SAMBAS- Kapolres Sambas AKBP Permadi Syahids Putra mengatakan, kronologis kejadian kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Sambas bermula pada Kamis (5/4/2019) lalu.

"Benar pada hari dan tanggal tersebut di atas telah terjadi tindak Pidana Pencabulan anak dibawah umur, kejadian bermula pada hari Kamis tanggal sekira jam 16.00 Wib," ujarnya, Minggu (6/10/2019).

Ia menerangkan, jika ibu korban diberitahukan oleh tetangga korban jika anak kandungnya telah dicium pipi dan bibirnya oleh Z (23).

Baca: BREAKING NEWS - Bocah Usia Lima Tahun di Sambas Jadi Korban Pencabulan

Baca: Jadi Korban Pencabulan Ayah Tiri, Bocah Bawah Umur Ini Malah Dituduh Pelakor dan Diusir Ibu Kandung

Baca: Sering Nonton Video Porno! Paman di Ketapang Cabuli Keponakan Sendiri hingga Hamil 6 Bulan

"Ibu korban diberitahukan oleh tetangganya jika sebelumnya, pada hari Senin (2/10/2019) sekira Jam 15.30 Wib anak kandungnya KD yang baru berusia lima tahun telah dicium pipi dan bibirnya yang oleh pelaku Z," katanya.

"Perbuatan itu diketahui oleh tetangga korban, kemudian perbuatan tersebut dicegah oleh tetangganya. Sehingga Pelaku melarikan diri, tapi sehari setelah kejadian tersebut, menurut keterangan ibu korban anaknya mengalami gangguan saluran pembuangan air kecil dan merasa sakit," jelas Kapolres.

Kapolres mengungkapkan, karena gangguan tersebut ibu korban merasa khawatir dan selanjutnya korban dibawa ke RSUD Pemangkat.

"Ternyata dari keterangan Dokter Rumah Sakit bahwa kelamin anaknya mengalami Bengkak dan Lecet. Atas Kejadian tersebut ibu korban merasa tidak terima dan kemudian melaporkan ke Polsek Pemangkat untuk Pengusutan lebih lanjut," tegasnya.

Oleh karenanya, pelaku Z harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum dengan dugaan melanggar pasal tentang Perlindungan Anak. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved