VIDEO: Banjir Kembali Genangi Jalan Parit Cabang Kiri, Warga Minta Pemerintah Turun Langsung
Tinggi air di ruas-ruas Jalan Parit Cabang Kiri setidaknya sudah mencapai sebetis hingga selutut orang dewasa.
Penulis: Chris Hamonangan Pery Pardede | Editor: Maudy Asri Gita Utami
VIDEO: Banjir Kembali Genangi Jalan Parit Cabang Kiri, Warga Minta Pemerintah Turun Langsung
PONTIANAK- Banjir kembali melanda kawasan Jalan Parit Cabang Kiri, Jalan Ahmad Yani II Kubu Raya, Jumat (04/10/2019).
Tinggi air di ruas-ruas Jalan Parit Cabang Kiri setidaknya sudah mencapai sebetis hingga selutut orang dewasa.
Setidaknya, puluhan rumah pun terdampak akibat banjir yang selalu akan datang dimusim penghujan.
Bahkan, aktivitas masyarakat hampir lumpuh.
Baca: VIDEO: Rumah Warga Terendam Banjir, BMKG Prediksi Hujan Lebat Malam Ini di 8 Kabupaten di Kalbar
Baca: Polusi Asap Hilang, Kini Banjir Landa Kota Sintang
Untuk kendaraan roda empat saja sudah dilarang untuk masuk.
Dikawasan Jalan Parit Cabang Kiri pula, diketahui hanya perlu hujan 3-4 hari dengan isentitas deras untuk digenangi banjir
Mengingat tinggi parit yang berada ditepi jalan untuk jalur air juga tak terlalu dalam, setinggian tubuh orang dewasa atau tak sampai dua meter.
Hal ini pun sebelumnya telah dikeluhkan oleh satu diantara RT yang berharap ada peninggian jalan dan pendalaman parit.
Satu diantara warga Jalan Parit Cabang Kiri, Fauzi berharap pemerintah turun langsung mengecek bencana musiman yang dialami masyarakat ini.
"Kita berharap kepala-kepala yang diatas tu memperhatikanlah lingkungan masyarakat sini yang setiap sekali dua kali hujan turun udah banjit kuat," katanya.
"Tolonglah orang-orang yang diatas sana itu tidak hanya duduk saja, tolong memperhatikan lingkungan kami ini yang berada di seputaran parit tengkorak cabang kiri khususnya, orang-orang yang selalu dikursi duduknya tolong berangkat melihat keadaan kami yang berada disini," timpalnya.
Lebih lanjut, ia pun menerangkan banjir ini berdampak kepada perekonomian dan transportasi masyarakat.
"Tentu berdampak pada ekonomi, karena ekonomi tergantung pada jalan, kalau akses jalannya banjir otomatis pembangunan dan lingungan terhambat juga," katanya.
Bagaimana suasana selengkapnya, simak video di atas. (*)
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak