Plafon Selasar Gedung IKIP PGRI Pontianak Ambruk
Selasar penghubung gedung rektorat dan pembelajaran IKIP terjadi kerusakan terutama pada bagian atap.
Penulis: Anggita Putri | Editor: Maudy Asri Gita Utami
Plafon Selasar Gedung IKIP PGRI Pontianak Ambruk
PONTIANAK- Wakil Rektor I IKIP PGRI Pontianak, Suherdiyanto membenarkan jebolnya plafon selasar penghubung gedung rektorat dan gedung pembelajaran.
Jebolnya plafon tersebut akibat angin kencang dan hujan lebat dalam beberapa hari terakhir.
Selasar penghubung gedung rektorat dan pembelajaran IKIP terjadi kerusakan terutama pada bagian atap.
Atap yang menggunakan kerangka baja kemungkinan akibat angin kencang terangkat.
Baca: Plafon Pusdiklat Anggar Mempawah Banyak Bolong, Ini Langkah Yang akan di Ambil KONI Kalbar
Baca: Duh! Plafon Gedung Baru RSUD Agoesdjam Roboh
Hal tersebut mengakibatkan adanya rembesan air yang berujung pada jebolnya plafon.
"Kita pun memang mau merenovasi bagian selasar karena untuk perubahan beberapa ruangan," ucapnya.
Ia menjelaskan sebelum kejadian jebolnya plafon tersebut memang jauh hari sudah direncanakan selasar tersebut tidak akan dipergunakan lagi untuk ruang dosen.
Selasar tersebut akan dirubah menjadi sekretariat dan ruang kelas PPG, LPD, ruang rapat.
Jebolnya plafon dikatakannya merupakan akibat dari kejadian alam.
Plafon yang berbahan gypsum jika terkena air maka akan mudah rusak.
Ditambah dengan kondisi angin kuat dan hujan sangat memungkinkan untuk terjadinya jebol.
"Saat ini kita tengah proses perbaikan Selasar tersebut," jelasnya.
Suherdiyanto menerangkan gedung baru IKIP PGRI Pontianak tersebut telah berusia lima tahun.
Dalam rentang usia gedung tersebut memang memerlukan perawatan seperti renovasi.
Secara keseluruhan gedung IKIP PGRI Pontianak diakuinya tidak bermasalah.
Dirinya menegaskan selama ini pihak kampus rutin melakukan perawatan.
Saat ini perawatan fokus terhadap gedung perpustakaan dan pengecatan.
Pengembalian LCD ke kelas-kelas juga menjadi prioritas pihak kampus.
"Untuk didalam kelas akan kita anggarkan pada 2020," jelasnya.
Pada 2020 ditargetkan pemeliharaan dan pengadaan fasilitas selesai.
Selanjutnya setelah tahap tersebut akan dibangun pagar, sport center.
Kondisi gedung pembelajaran saat ini di tegaskan Suherdiyanto akan tetap aman bagi kegiatan belajar mengajar.
Gedung pembelajaran sudah dilakukan pengecoran ulang agar resapan air tidak masuk ke plafon.
Sejauh ini dikatakannya juga tidak ada laporan dari ketua prodi dan ketua tingkat adanya rembesan di plafon. (*)
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/suasana-selasar-ikip-pgri-pontianak-saat-plafon-ambruk.jpg)