Duh! Plafon Gedung Baru RSUD Agoesdjam Roboh

Proyek gedung itu menggunakan dana alokasi khusus (DAK) 2017 dengan anggaran sekitar Rp 7,7 miliar.

Duh! Plafon Gedung Baru RSUD Agoesdjam Roboh
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ SUBANDI
Kondisi plafon gedung baru RSUD Agoedjam Ketapang yang roboh, Senin (6/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Plafon di lantai dasar bagian tegah gedung baru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ketapang roboh. Pada hal gedung tersebut belum lama selesai dibangun diperkirakan belum satu tahun termasuk pada bagian plafon yang roboh itu.

Proyek gedung itu menggunakan dana alokasi khusus (DAK) 2017 dengan anggaran sekitar Rp 7,7 miliar. Terhadap robohnya plafon itu dibenarkan oleh Direktur RSUD Agiesdjam Ketapang, Rusdi Efendi yang menutnya bukan karena pengerjaan tak sesuai.

Baca: Rayakan Bulan Kemerdekaan Dengan Promo Mitsubishi Xpander, Inilah Foto-foto Ketangguhannya

Baca: Bantah Tudingan Mantan Istri, Jaksa A Beberkan Alasan Dituduh Berbuat Asusila Dengan Anak Kandung

“Kalau bangunan gedung ini tak akan roboh. Mengenai plafon roboh ini karena human eror yakni pertama tong gede dipasang pelampung tapi tak berpungsi. Sehingga airnya meluber,” kata Rusdi kepada awak media di Ketapang, Senin (6/8/2018).

Ia menjelaskan kejadian itu tepat pada Sabtu dan Minggu.

“Hari itu kan kita tutup sedangkan airnya mengalir terus akhirnya tumpah. Kemudian saat ada aliran air di kamar-kamar mandi dibetulkan dan setelah dibetulkan,” lanjutnya.

“Ternyata masih ada yang kebuka pipanya. Kalau hari biasa kalau airnya hidup dan meluber, orang tahu kan bisa dibetulkan. Tapi kejadian ini Sabtu dan Minggu lagi. Jadi bukan bangunan baru yang bocor tapi karena ada air meluber,” sambungnya.

Rusdi menjelaskan plafon yang roboh pun pas di dekat toilet. Air di kamar mandi tersebut bisa meluber kemungkinan karena saat mesin dimatikan. Kemudian ada yang membuka kerang air tapi airnya tidak mengalir dan krannya dibiarkan begitu saja.

Sehingga ketika mesin air di RSUD Agiesdjam dihidupkan pada kran air dalam wc yang sudah dibuka itu airnya mengalir keluar terus. “Kalau hari biasa pasti kita ada yang dengar tapi kejadiannya Sabtu dan Minggu pas kita tak ada,” ujarnya.

“Sebenarnya sudah mau sibetulkan tapi masalahnya saya lagi pangil tukang untuk memperbaiki semua pipanya. Jadi kalau pun kita tutup tapi nanti jebol lagi kan dua tiga kali kerja. Jadi maksud kita pipa-pipanya mau dibaguskan dan dilapisi lagi,” ucapnya. 

Penulis: Subandi
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved