Lahan Pertanian Menyusut, Dewan Pakar DPN HKTI Minta Pemerintah dan Petani Berinovasi
Tidak dipungkiri, pesatnya industri property turut menyebabkan areal lahan pertanian semakin menyusut.
Lahan Pertanian Menyusut, Dewan Pakar DPN HKTI Minta Pemerintah dan Petani Berinovasi
SINTANG - Dewan Pakar DPN HKTI Mayjen TNI (Purn) Winston P Simanjuntak menyebut ada lima harus menjadi perhatian HKTI untuk dicarikan solusi bersama.
Mulai dari kepemilikan lahan petani, kondisi tanah yang rusak akibat penggunaan pupuk kimia yang berlebihan, aspek permodalan dan lemahnya manajemen petani.
"Serta penguasa teknologi dan inovasi dan pasca panen yang sering bermasalah," ungkap Winston.
Winston mengatakan bahwa pada sektor pertanian, Kalbar mempunyai Sumber Daya Alam yang potensial ditengah makin tumbuhnya industri properti dan pertumbuhan penduduk yang tinggi.
Tidak dipungkiri, pesatnya industri property turut menyebabkan areal lahan pertanian semakin menyusut.
Baca: Menuju Hari Bahkti Imigrasi ke-69 Kemenkumham dan Imigrasi Gelar Gerak Jalan Santai
Baca: Sambas Kekurangan Tenaga Penyuluh Pertanian, Ini Saran HKTI Kalbar
Winston menyakini, berkurangnya lahan pertanian bukan berarti menjustifikasi berkurangnya produksi.
"Dengan inovasi dan teknologi kita harus mampu melipatgandakan produksi dan hasil pertanian nasional," jelasnya.
Baca: Suriyansyah: HKTI Dorong Pemuda Kalbar Minati Pertanian
Baca: Suasana HKTI Kalbar Gelar Seminar Pertanian di Sambas
HKTI kata Winston berupaya melakukan langkah-langkah strategis membantu pemerintah pusat dan daerah membina para petani dari sisi produksi, teknologi dan produktifitas serta membuka akses pasar.
“Kami mengajak semua pihak bersama-sama membangun kedaulatan pangan nasional. Mari bergandengan tangan untuk bersama-sama meningkatkan produksi pangan yang memakmurkan petani," ajaknya. (mg2)
Update berita pilihan tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/petani_20180501_085719.jpg)