Suriyansyah: HKTI Dorong Pemuda Kalbar Minati Pertanian

Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kalimantan Barat mendorong para pemuda Kalimantan Barat untuk meminati bidang pertanian.

Tayang:
Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Pelaksanaan kegiatan seminar pertanian dari DPD HKTI Kalimantan Barat, Sabtu (10/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak M Wawan Gunawan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kalimantan Barat mendorong para pemuda Kalimantan Barat untuk meminati bidang pertanian.

Hal itu sebagaimana yang di sampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HKTI Kalimantan Barat, Ir H Suriansyah.

Ha tersebut, ia sampaikan pada saat pelaksanaan kegiatan seminar pertanian yang di laksanakan di Aula Hotel Pantura Jaya Sambas.

Baca: Jelang Pemilu, Wasekum PA HMI Cabang Sambas Minta KPU Sosialisasi Ke Sekolah-sekolah

Ia mengatakan kegiatan yang diselenggarakan oleh HKTI Kalbar tersebut juga dalam rangka untuk mentransfer ilmu dan pengetahuan tentang pertanian kepada generasi muda dan petani di Kalbar khususnya di Kabupaten Sambas.

"Seminar pertanian HKTI Kalimantan Barat dalam rangka memberikan informasi yang lebih luas dan akurat supaya masyarakat pertanian di Kalimantan Barat memperoleh pengetahuan dan keterampilan," ujar Suriansyah, Sabtu (10/11/2018).

Ia menjelaskan, pengetahuan yang ia maksud adalah jikalau ternyata ada potensi-potensi lokal yang bisa dimanfaatkan untuk pertanian di Kalimantan Barat. Maka kemudian bisa untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

"Kemudian ada transfer, pengetahuan dalam rangka pembuatan tanaman hidroponik dan pengolahan beberapa produk minuman dan makanan dari hasil pertanian," tuturnya.

"Tujuannya tentu untuk menggugah terutama para generasi muda petani, agar tetap berminat menjadi petani karena petani sebenarnya bisa sejahtera apabila menggunakan teknologi yang sesuai inovasi-inovasi dan kreativitas," jelas Suriansyah.

Ia mengemukakan, Kabupaten Sambas akan menjadi lumbung pangan di Kalbar, jika bisa menggerakkan pemuda untuk menjadi petani muda.

"Kalau kita mampu menggerakkan petani menjadi petani baru melengkapi petani yang sudah lanjut usia, tentunya Kabupaten Sambas akan mampu menjadi lumbung pangan dan lumbung pertanian Kalimantan Barat," ungkapnya.

Suriansyah mengungkapkan, melalui seminar yang dilaksanakan oleh HKTI, maka di harapkan dapat menggugah petani muda untuk terus berkarya. Karena menurut Suryansyah pelatihan dan seminar itu memang untuk memupuk semangat petani-petani muda.

"Karena sebenarnya dengan teknologi sederhana, dengan barang yang murah, dengan potensi lokal. Kita mampu meningkatkan produktivitas petani, Kemudian penggunaan teknologi yang sesuai, akan membuat memudahkan memasarkan produk pertanian," ujar pria yang juga Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Barat ini.

Sehingga, hal-hal sedemikian itu harus di ketahui oleb anak muda, supaya para pemuda yakin dengan pilihan atau jalan hidup sebagai petani. Karena kalau tidak, maka negara ini akan terus tergantung pada produk-produk luar.

"Sementara kemampuan keuangan kita selama ini terus menurun, apakah kita mau mengorbankan masa depan anak cucu kita dengan impor pangan. Apabila tidak mampu kita penuhi, maka anak cucu kita nanti tentu akan mengalami yang namanya kerawanan pangan, stunting, gagal gizi dan lain sebagainya," jelasnya.

"Untuk itu, pertanian harus digelorakan terus, agar generasi muda tetap yakin bahwa pertanian bisa mensejahterakan," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved