Sambas Kekurangan Tenaga Penyuluh Pertanian, Ini Saran HKTI Kalbar

Dinas Pertanian Peternakan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan harus melakukan penambahan tenaga penyuluh pertanian.

Tayang:
Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Sekretaris Bidang Pemuda Tani, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Imbran 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak M Wawan Gunawan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Sekretaris Bidang Pemuda Tani, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Imbran mengatakan Dinas Pertanian Peternakan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan harus melakukan penambahan tenaga penyuluh pertanian.

Sebagaimana diketahui, saat ini dari 193 Desa yang ada di Kabupaten Sambas, baru ada kurang lebih 120 orang petugas penyuluh pertanian yang menangani 193 Desa.

Padahal menurut Imbran, idealnya satu desa ditangani oleh satu penyuluh.

"Seharusnya satu Desa itu ditangani oleh satu penyuluh pertanian, bukan malah satu penyuluh menangani dua hingga tiga Desa. Sehingga penyuluhannya kurang maksimal dan tidak mungkin bisa mencover semuanya," ujarnya, Rabu (14/11/2018) saat dihubungi Tribun.

Baca: Zulfydar Nilai KPU dan Bawaslu Telah Kerja Keras Sempurnakan DPT

Menurutnya, Dinas Terkait harus segera melakukan koordiansi dengan Kementrian Pertanian untuk melakukan penambahan tenaga penyuluh pertanian. Sebab, kekurangan tenaga penyuluh pertanian di daerah bisa berakibat pada banyaknya petani yang mengalami gagal panen.

Di daerah Sambas kata Imbran, pertanian masih banyak yang mengandalkan air hujan atau sawah tadah hujan untuk pengairannya. Karena kurangnya penyuluh, akan mengakibatkan banyak petani yang tidak mengetahui masa tanam padi.

"Kita menyarankan target bidang pertanian dengan capaiannya swasembada beras, harus ditunjang dengan menambah tenaga penyuluh. Untuk itu, Dinas bisa memprogramkan satu Desa satu penyuluh, agar pembangunan di sektor pertanian dapat tercapai," jelasnya.

"Kami menyarankan program satu desa satu penyuluh dapat direalisasikan. Setidak-tidaknya Desa-desa yang memiliki potensi pertanian harus ada penyuluhnya," tuturnya.

Lebih Imbran mengatakan, peran penyuluh sangat vital untuk mengembangkan sektor pertanian di Kabupaten Sambas.

Hal itu guna meningkatkan kesejahteraan petani, karena hadirnya penyuluh berfungsi sebagai mediator yang menyampaikan penerapan teknologi untuk sumber pengetahuan petani.

“Sangat vital, karena penyuluh berperan meningkatkan SDM petani. Yang mulanya bertani secara tradisional diubah menjadi modern yang berbasis teknologi, sehingga meningkatkan pendapatan,” tutupnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved