Dinkes Sanggau Pastikan Terus Sosialisasi Prilaku Hidup Sehat

Junadi menjelaskan, baru 54,03 persen warga Sanggau yang memiliki atau mengakses jamban sehat.

TRIBUNPONTIANAK/Hendri Chornelius
Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Olahraga Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau Junadi. 

Dinkes Sanggau Pastikan Terus Sosialisasi Prilaku Hidup Sehat

SANGGAU- Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau Junadi menyampaikan, Dinkes terus melakukan sosialisasi perilaku hidup sehat.

Salah satunya agar tidak Buang Air Besar Sembarangan (BABS) tempat.

"Tantangan kita inikan merubah prilaku orang, dan tentu ini tidak mudah. Mereka yang belum memiliki atau mengakses jamban sehat ini mungkin belum menyadari bahwa selain meningkatkan harga diri pemiliknya, juga membawa dampak yang sangat baik. Kalau dilihat dari aspek kesehatan, BABS bisa berdampak buruk bagi kesehatan mereka jika prilaku tak mau memiliki jamban ini terus dipertahankan," katanya, Jumat (4/10/2019).

Baca: Jadi Peserta JKN KIS, Asni: Olahraga dan Hidup Sehat Adalah Kunci Kebahagiaan Saya

Baca: Bupati Minta Masyarakat Sekadau Tingkatkan Pola Hidup Sehat dengan Deklarasi ODF

Junadi menjelaskan, baru 54,03 persen warga Sanggau yang memiliki atau mengakses jamban sehat.

"Kemampuan masyarakat dalam mengakses jamban sehat ini, akan berdampak pada kesehatan warga.Semakin tinggi prosentase warga yang tidak mampu mengakses jamban sehat, maka semakin tinggi pula potensi terserang berbagai penyakit, termasuk diare," ujarnya.

Dikatakanya, Jika seorang balita sering mengalami diare dalam jangka waktu yang lama akan berpotensi terjadi stunting.

"Meskipun keluarga mampu memenuhi makanan yang bergizi bagi balitanya,"ujarnya.

Hal ini terjadi, lanjutnya, dikarenakan pada balita yang mengalami diare kronis akan terjadi kerusakan pada usus sebagai akibat rusak atau menurunnya fungsi vilia-vilia usus untuk mengabsorbsi atau menyerap nutrisi yang dibutuh untuk pertumbuhan dan perkembangan.

Junaidi menambahkan, Buang air besar di jamban sehat merupakan suatu cara untuk memutus mata rantai penularan penyakit-penyakit berbasis lingkungan seperti cacingan, muntaber, kolera dan penyakit menular lainnya.

Untuk itulah, Jamban untuk buang air besar harus memenuhi syarat kesehatan antara lain, tidak mencemari air, tidak mencemari tanah permukaan, bebas dari serangga atau vektor, tidak menimbulkan bau dan nyaman digunakan.

"Kemudian aman digunakan oleh pemakainya, mudah dibersihkan dan tidak menimbulkan gangguan bagi pemakai dan orang lain disekitarnya. Dan tidak menimbulkan pandangan yang kurang sopan," tegasnya.

Ia menjelaskan, membuat jamban sehat dan tahan lama tanpa harus merogoh kocek yang dalam lantaran tidak perlu butuh biaya banyak dan berbagai macam material.

"Yang jelas tidak perlu mahal. Apalagi kalau dikampung-kampung kayukan banyak, Yang penting tertutup dan tidak mudah dimasuki fektor berbahaya," pungkasnya. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved