Camat dan Kapolsek Lumar Tinjau Lokasi Konflik Tapal Batas

Polsek Lumar bersama sejumlah perangkat desa dan kecamatan melakukan peninjauan lokasi tapal batas desa antara desa Belimbing

ISTIMEWA
Kapolsek Lumar dan Camat Tinjau Lokasi Konflik Tapal Batas. 

Camat dan Kapolsek Lumar Tinjau Lokasi Konflik Tapal Batas

BENGKAYANG - Polsek Lumar bersama sejumlah perangkat desa dan kecamatan melakukan peninjauan lokasi tapal batas desa antara desa Belimbing dan desa Seren Selimbau pada, Rabu (2/10/2019) kemarin

Kapolsek Lumar Ipda sunarli,S.Sos menuturkan dirinya bersama muspika setempat tinjau lokasi konflik tapal batas antara Desa Belimbing dan desa seren selimbau Kecamatan Lumar

Hadir dalam giat tersebut yaitu camat Lumar Ambeng, S.IP, kades belimbing Suhardi, Kades Seren selimbau alam, kasi trantif camat lumar A cung, sekdes seren selimbau Purwoko,ketua bpd desa belimbing sukirman kadus sei sibo fera astuti, para Rt serta ketua adat, toko masyarakat.

"Hal ini saya lakukan untuk Menindak lanjuti hasil laporan dari masyarakat bahwa tapal batas antara desa belimbing dan desa seren selimbau belum ada administrasi keabsaan hukum tentang tapal batas,"katanya.

Baca: Proses Pembentukan Kabupaten Sambas Utara, Erwin: Perhatikan Tapal Batas

Baca: ‎Bhabinkamtibmas Polsek Lumar Ikut Awasi Pembentukan Panitia dan Pengawas Pilkades

Baca: Polsek Lumar hadiri‎ Rapat Persiapan Pilkades

Sunarli menuturkan berdasarkan petunjuk dari apolres Bengkayang AKBP NB Darma S.I.K, terkait tapal batas itu Berdasarkan permendagri No 45 tahun 2016 tentang pedoman penetapan dan penegasan batas desa yaitu penetapan, penegasan dan pengesahaan batas desa didarat berpedoman pada dokumen batas desa berupa peta bumi,topografi, minuteplan, staatsblad, kesepakatan dan dokumen lain yang mempunyai kekuatan hukum.

"Saya Mengantisipasi adanya laporan masyarakat tentang tapal batas dan supaya tidak terjadi konflik antara kedua desa, maka saya selaku Kapolsek Lumar mengajak unsur muspika kec Lumar dan masyarakat untuk segera memberikan kepastian hukum mengenai tapal batas desa,"

"Mengimbau kepada kedua desa dan masyarakat untuk tidak melakukan hal yang dapat memicu timbulnya kerusuhan serta bersabar menunggu keputusan dari pihak yang berwenang.,"imbaunya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved