BREAKING NEWS - Paman Cabuli Ponakannya Sendiri, Ketahuan Setelah Korban Hamil 6 Bulan

Jajaran Polisi Sektor (Polsek) Matan Hilir Utara (MHU) menangkap seorang pelaku pencabulan anak dibawah umur yang berinisial, D

BREAKING NEWS - Paman Cabuli Ponakannya Sendiri, Ketahuan Setelah Korban Hamil 6 Bulan
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Pelaku D (34) yang tega mensetubuhi ponakannya sendiri yang masih berusia 13 tahun hingga hamil. Saat ini pelaku telah diamankan di Mapolres Ketapang. 

BREAKING NEWS - Paman Cabuli Ponakannya Sendiri, Ketahuan Setelah Korban Hamil 6 Bulan

KETAPANG - Jajaran Polisi Sektor (Polsek) Matan Hilir Utara (MHU) menangkap seorang pelaku pencabulan anak dibawah umur yang berinisial, D (34) warga Ketapang, Senin (30/09/2019) malam.

Pelaku ditangkap setelah Kepolisian menerima laporan dari orang tua korban.

Saat ini, pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Ketapang.

Ironisnya, pelaku kekerasan seksual terhadap, EK (13) mengakibatkan korban diketahui hamil enam bulan tersebut merupakan masih kerabat pelaku.

Kapolres Ketapang, AKBP Yury Nurhidayat melalui Staf Humas Polres, Brigadir Hariansyah mengatakan, pelaku diamankan setelah kepolisian menerima laporan resmi ibu kandung EK pada Senin (30/09) kemarin.

Baca: KAKEK Cabuli Bocah Kelas 2 SD di Sanggau, 5 Kali Disetubuhi di Tempat Berbeda, Begini Kronologinya

Baca: BREAKING NEWS - Polsek Tayan Hilir Amankan Kakek Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur

Baca: Driver Ojol Cabul - Minta Penumpang Gadis Bawah Umur Duduk di Depan, Pintarnya Korban untuk Kabur

"Pelaku ditangkap di kediamannya, Jalan Ketapang - Sukadana RT 004, RW 002 Desa Kuala Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara," kata Hariansyah, Selasa (01/10).

Hariansyah menjelaskan, kejadian bermula ketika EK datang kerumah pelaku yang jaraknya dekat dengan rumah korban. Kemudian EK masuk kedalam kamar sekaligus meminjam handphone milik D yang didalamnya terdapat aplikasi film porno.

Selanjutnya, ketika korban menanyakan tentang aplikasi tersebut bisa menonton film apa saja, pelaku langsung menyuruh korban membuka aplikasi porno itu dengan sendiri.

"Saat membuka, EK langsung melihat film porno di aplikasi itu sambil berbaring. Sewaktu itulah pelaku memeluk korban dan mengajak korban bersetubuh hingga terjadi perbuatan tidak sesnonoh," jelasnya.

Dia mengungkapkan, aksi bejad pelaku kepada korban sudah berlangsung lama sejak tahun 2018 lalu.

"Perbuatan itu sudah lama dilakukannya. Dari keterangan ibu kandung korban, saat dilakukan cek kesehatan bahwa anaknya (EK) hamil enam bulan," ungkapnya.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan melanggar Undang-undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved