Breaking News:

SMK SMTI Pontianak Terima Bantuan 42 Unit Air Purifier dari Kemenperin untuk Mengurangi Dampak Asap

Melihat hal itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan bantuan air purifier sebanyak 42 unit.

Penulis: Jamadin
Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Penyerahan secara simbolis bantuan sebanyak 42 unit air purifier oleh Kepala BPSDMI Eko S. A. Cahyanto kepada Kepala SMK-SMTI Pontianak, Sih Parmawati, MM., di kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Jumat (27/09/2019). 

SMK SMTI Pontianak Terima Bantuan 42 Unit Air Purifier dari Kemenperin untuk Mengurangi Dampak Asap

PONTIANAK - Kebakaran hutan yang terjadi di Kalimantan khususnya Kalimantan Barat memicu bencana asap.

Tercatat 384 titik api di Kalimantan Barat berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Senin, 16 September 2019.

Kepungan asap yang tak kunjung berakhir membuat berbagai aktivitas terganggu. Salah satunya kegiatan belajar siswa di sekolah.

Sekolah-sekolah diliburkan sejak 12 September hingga 18 September 2019 karena buruknya kondisi udara.

Bahkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Kota Pontianak sempat menyentuh level berbahaya yakni 383,81 µgram/m3 (BMKG: Senin (16/9/2019).

Kepala BPSDMI Eko S. A. Cahyanto, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Industri, Jonni Afrizon, SE,MM., Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Kejuruan dan Vokasi Industri, M. Arifin, SE, MM., Kepala Biro Umum, Drs. Dadi Marhadi, MM., berfoto bersama Kepala SMK SMTI Pontianak, Sih Parmawati, MM., serta Guru SMK SMTI Pontianak, Abdul Rasyid Musthafa Nasution, S.Pd, dan Siswa SMK SMTI Pontianak, Reza Assefa usai penyerahan bantuan air purifier kepada SMK-SMTI Pontianak di Gedung Kementerian Perindustrian Jakarta, Jumat (27/09/2019).
Kepala BPSDMI Eko S. A. Cahyanto, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Industri, Jonni Afrizon, SE,MM., Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Kejuruan dan Vokasi Industri, M. Arifin, SE, MM., Kepala Biro Umum, Drs. Dadi Marhadi, MM., berfoto bersama Kepala SMK SMTI Pontianak, Sih Parmawati, MM., serta Guru SMK SMTI Pontianak, Abdul Rasyid Musthafa Nasution, S.Pd, dan Siswa SMK SMTI Pontianak, Reza Assefa usai penyerahan bantuan air purifier kepada SMK-SMTI Pontianak di Gedung Kementerian Perindustrian Jakarta, Jumat (27/09/2019). 

Dari segi pendidikan, dihentikannya aktivitas belajar membuat para siswa banyak ketinggalan pelajaran.

 

Baca: Bencana Asap Tak Berdampak Bagi Pemohon Paspor di Imigrasi Singkawang

Baca: Pemkab Kubu Raya Serius Tangani Karhutla, Bupati Siapkan Berbagai Strategi

Sementara dari segi kesehatan, akibat kabut asap ini tercatat sebanyak 6.025 orang dari 14 Kabupaten/Kota di Kalbar (Dinkes Kalbar: 8-14/09) terkena penyakit ISPA, mulai dari anak-anak sampai usia dewasa dan lansia. Untuk penanganan ini, Dinas Kesehatan menyediakan 245 Rumah Oksigen yang tersebar diseluruh Kalbar.

Satu di antara sekolah yang terkena dampak asap yaitu SMK-SMTI Pontianak.

Melihat hal itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan bantuan air purifier sebanyak 42 unit.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved