Sekolah Batas Negeri Kalbar Beri Workshop Kepada Sekolah di Perbatasan
Pada hari pertama dilaksanakan kegiatan bersama tentara Pamtas dari satgas Entikong yang bertugas disana.
Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Jamadin
Sekolah Batas Negeri Kalbar Beri Workshop Kepada Sekolah di Perbatasan
SANGGAU- Social Project Sekolah Batas Negeri (SBN) kembali mengelar kegiatan yang merupakan puncak rangkaian kegiatan yang telah dilakulan sebelumnya.
Sebelumnya sudah dilakukan rangkaian kegiatan yaitu Volunter Workshop, Seminar Talkshow, roadshow ke Perguruan Tinggi, dan yang terkahir melakukan kegiatan workshop and bootcamp ke daeraah perbatasan tepatnya di Entikong, Kabupaten Sanggau.
Kegiatan sudah dilaksanakan selama 3 hari mulai dari 16 sampai 18 Septermber 2019 dan diikuti oleh 16 relawan Sekolah Batas Negeri Kalbar.
Project Officer Sekolah Batas Negeri Kalbar, Aidil Andani mengatakan Project SBN di sponsori langsung oleh kedutaan Amerika Serikat dalam artian secara diplomasi ada kerja sama antara Amerika Serikat dalam dunia pendidikan .
"Saya berharap kedepan tidak hanya bantuan dana saja, tapi kedepan ada bantuan transfer teknologi dan pengetahuan dari US ke Kalbar," ujarnya kepada Tribun Pontianak, jumat (27/9/2019).
Baca: SMK SMTI Pontianak Terima Bantuan 42 Unit Air Purifier dari Kemenperin untuk Mengurangi Dampak Asap
Baca: Pegadaian Smart and Try Jaring WBDC
Aidil menceritakan selama kegiatan yang dilakukan di Entikong ada banyak aktivitas yang dilaksanakan selama tiga hari disana.
"Jadi workshop yang dilakukan ini berupa pelatihan atau training dan bootcamp seperti melakukan kegiatan di daerah hutan dimana di situ diikuti oleh Pamtas Kalbar yang ada di Perbatasan," ujarnya
Adapun peserta yang mengikuti kegiatan Workshop and Bootcamp sebanyak 50 orang terdiri dari siswa SMP, SMA , dan para guru.
Pada hari pertama dilaksanakan kegiatan bersama tentara Pamtas dari satgas Entikong yang bertugas disana.
Hari kedua, diisi oleh Ritech Solutions atau ilmuan muda Indonesia. Sedangkan hari ketiga dari the local enablers, dan telkom Indonesia.
Baca: Tiga Orangutan Korban Kebakaran Hutan dan Lahan Kini Tempati Rumah Baru di Gunung Palung
Di hari pertama pembukaan acara dan turut mengundang Danramil, Kapolsek, Perwakilan dari PLBN BNPP Entikong, UPT LKI Entikong, dan perwakilan dari kecamatan, dan Sekda Disdik Kabupaten Sanggau.
Acara hari pertama mengangkat tentang Character bulding, nasionalisme lidership. Dimana kegiatan tersebut menekankan dasar dari skill atau kemampuan yang harus dimiliki peserta, dalam artian nasionalisme dan pembentukan karakter yang sesuai dengan tantangan jaman dan juga diisi dengan hiburan , tari dan musik sape yang dibawakan langsung oleh anak-anak di Entikong.
Hari kedua, tema tentang Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM) Education yang disi oleh ilmuan Indonesia dari Jakarta dan retech Solusion.
Ilmuan Indonesia adalah yayasan yang punya program khusus untuk memberikan literasi tentang STEM mulai dari siswa TK sampai Perguruan Tinggi.
Sedangkan Retect Solusions adalah organisasi yang punya program khsusus untuk satu gerakan tentang pengolahan sampah dan limbah di Kalbar dibidang teknologi.
"Kenapa kita bawa ini ke peserta di bidang STEM ini karena dari survei yang telah dilakukan kami melihat bahwa metode belajar mereka harusnya sudah sejajar dengan anak di kota. Hanya saja mereka tidak mempunyai sarana dan prasarana dan fasilitas yang memadai ," ujarnya.
Ia mengatakan banyak anak -anak yang tidak bisa baca yang seharunya sudah bisa baca di usia kelas 3 sampai 4 SD.
"Selebihnya kalau mereka di kasi sarana dan prasarana yang memadai mereka juga bisa sama rata kulitasnya dengan pendidikan yang ada di kota," ujarnya.
Hari ketiga, kembali dilakukan kegiatan mengangkat tema tentang social entrepreneurship atau teknopreneurship yang diisi The Local Enablers satu yayasan yang memang punya program khusus dalam pelatihan kepada masyarakat baik yang pernah punya usaha atau belum.
"Tema yang di angkat tentang sistem thinking and desain thingking dalam hal social entrepreneur ship dan terkahir di isi oleh Telkom Indonesia yang memberikan tema tentang Design sprint workshop yang bertujuan untuk mencari suatu masalah dan memecah masalah dengan mencari solusi," ujarnya.
Melalui rangkaian kegiatan yamg telah dilaksanakan oelh SBN Kalbar diharapkan ada perubahan yang cukup mendasar dan signifikan dari sekolah yang telah di kunjungi dari apa yang sudah diberikan selama 3 hari.
"Peserta ini kan dari siswa dan guru yang ada di Entikong dan Sekayam. Nanti bisa kita lihat hasilnya setelah kegiatan monitoring dan evaluasi yang akan kita lakukan sekitar 6 sampai 1 tahun pasca kegiatan ini," ujarnyam
Selain itu juga akan ada 2 borang lagi yang diberikan kepada peserta dimana nanti untuk melihat apakah ada perubahan dari diri sendiri maupun lingkungan sekolah mereka .
"Kedepan tidak di pungkiri akan ada program lanjutan dari Sekolah Batas Negeri di Entikong atau pun disekolah mereka. Harapan saya untuk Social Project Sekolah Batas Negeri bisa diadakan di daerah lainnya di Kalbar," ujarnya.
Dari kegiatan ini juga diharpkan siswa- sisiwi serta guru dapat menerapkan apa yang sudah diberikan kepada mereka.
"Selanjutnya diharapkan akan ada banyak kegiatan seperti ini dengan tujuan sama untuk membantu pendidikan maupun pembangunan ekonomi di perbatasan walaupun dengan hal kecil dan sederhana," pungkasnya.
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/project-sekolah-batas-negeri-di-entikong.jpg)