Bawa Misi Perdamaian, Katib Aam PBNU dan Uskup Agung Temui Pimpinan Tertinggi Gereja Katolik

Kedua belah pihak yakin bahwa untuk perdamaian dunia dan masyarakat dibutuhkan damai di antara tokoh-tokoh dan pemeluk agama-agama.

Tayang:
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Maudy Asri Gita Utami
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Gus Yahya Staquf Mgr. Agus dan Dubes RI untuk Vatikan, Antonius Agus Sriyono berfoto bersama Pengurus IRRIKA di Roma - Italia, Kamis (26/9/2019). 

Bawa Misi Perdamaian, Katib Aam PBNU dan Uskup Agung Temui Pimpinan Tertinggi Gereja Katolik 

SINGKAWANG - Senin, 23 September 2019 rombongan Uskup Keuskupan Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus dan rombongan Katib Aam PB Nadhlatul Ulama (NU), KH Yahya Cholil Staquf bertolak ke Roma, Italia. Tujuannya satu, menjadi agen pembawa damai.

Kedua belah pihak yakin bahwa untuk perdamaian dunia dan masyarakat dibutuhkan damai di antara tokoh-tokoh dan pemeluk agama-agama.

Dokumen Abu Dhabi yang diteken oleh Pemimpin Gereja Katolik, Sri Paus Fransiskus dan Imam Besar Al Azhar, Dr Ahmed At-Tayyeb menginspirasi kedua belah pihak.

Gus Yahya sapaan akrabnya dan rombongan berharap bertemu langsung dengan Sri Paus yang difasilitasi oleh Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus.

Baca: Uskup Agung Pontianak Pimpin Misa Pembukaan Eksorsisme

Baca: Gus Yahya Staquf Didampingi Uskup Agus Beserta Dubes RI ke Vatikan Bertemu Pengurus IRRIKA di Roma

Akhirnya semua dipertemukan di acara audiensi umum Rabu (25/9/2019) di Lapangan St. Petrus, Roma, Italia waktu setempat.

Perjumpaan historis ini menandai kehendak bekerjasama lintas agama sebagai ungkapan hati terdalam baik pihak delegasi Gus Yahya Staquf dan pihak gereja katolik yang diwakili Uskup Keuskupan Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus di depan Paus Fransiskus.

Selanjutnya pertemuan lanjutan dengan Pontifical Council for Inter-Religious Dialogue (PCID) Vatikan dilaksanakan dalam semangat saling berbagi maksud baik dan visi misi ke depan.

Bukan hanya itu, kedua pihak berkunjung ke Pontifical Institute for Arabic and Islamic Study (PISAI) dan diterima oleh rektornya.

Rektor menerima delegasi dan menjelaskan program PISAI di perpustakaan terlengkap studi Arabic dan Islam di Roma, Italia.

Silaturahmi dilanjutkan dengan bersama ke Masjid Raya di Roma dan diterima Imam Masjid Agung Roma.

Dengan kunjungan itu semakin memperkuat keyakinan Gereja Katolik bahwa kelompok ini (NU) perlu didukung karena sungguh-sungguh misi mereka juga kemanusiaan.

"Untuk Indonesia yang damai, aman, tentram, penuh harmoni dalam kehidupan," kata Uskup Keuskupan Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus saat dihubungi, Jumat (27/9/2019).

Mgr Agus mengungkapkan kesannya selama mendampingi Katib Aam PB Nadhlatul Ulama (NU), KH Yahya Cholil Staquf dan rombongan.

Gus Yahya sangat berbahagia mengikuti acara ini. Rombongan diajak makan siang bersama di Kedutaan Indonesia untuk Vatikan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved