Tak Nikmati Listrik Selama 74 Tahun Indonesia Merdeka, Ini Harapan Warga Teluk Bakung

Padahal seingatnya sudah tiga kali pertemuan antara PLN dan warga namun hanya janji-janji belaka.

Tak Nikmati Listrik Selama 74 Tahun Indonesia Merdeka, Ini Harapan Warga Teluk Bakung
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Warga menggunakan lampu emergency 

Tak Nikmati Listrik Selama 74 Tahun Indonesia Merdeka, Ini Harapan Warga Teluk Bakung

KUBU RAYA - Sebanyak 777 warga Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang masih mendambakan daerah mereka dialiri listrik.

Sudah 74 tahun Indonesia merdeka menurut satu satu diantara warga Desa Teluk Bakung, Ardi menegaskan PLN tidak juga masuk didaerahnya.

Padahal seingatnya sudah tiga kali pertemuan antara PLN dan warga namun hanya janji-janji belaka.

"PLN sudah tiga kali hadir di desa kami, tapi belum ada realisasi padahal setiap pertemuan selalu meminta fotokopi KTP dan KK. Setiap kali PLN hadir tuntutan kami hanya satu masuknya aliran disini," ucap Ardi saat pertemuan dalam pembinaan Kampung KB yang menghadirkan PLN, di Balai Desa Teluk Bakung, Sungai Ambawang, Kubu Raya, Kamis (26/9/2019).

Bahkan dengan nada tinggi, ia menceritakan tidak ada pula wakil rakyat yang memperjuangkan. Padahal Desa Bakung merupakan daerah yang dilintasi Trans Kalimantan dan hanya satu jam dari Pontianak.

Baca: BREAKING NEWS - Satu Mahasiswa Universitas Halu Oleo Tewas dengan Luka di Dada saat Demo

Baca: 140 Pengurus Masjid se-Kalbar Hadiri FGD Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis Masjid

Kemudian ia menceritakan apakah daerah tidak malu, padahal jalan itu pintu orang berlalu lintas namun kondisi gelap gulita saat malam.

"Kalau tidak ada lagi dewan dan pemerintah yang bisa memasukan PLN di Teluk Bakung kita kosongkan TPS jangan pilih lagi. Saya menuntut agar PLn segera masuk di Teluk Bakung," ucapnya.

Namun dengan adanya kejelasan dari pihak PLN bahwa tahun 2020 akan dimasukan aliran listrik disambut baik oleh masyarakat. Apalagi menurutnya pihak PLN menjelaskan hanya sekitar 8 KM jaringan untuk sampai Teluk Bakung.

"Kalau PLN tidak ada duit, silakan minta pada masyarakat sampaikan pada masyarakat. Walaupun kami pontang-panting tapi kami akan berusaha mengumpulkan duit agar listrik masuk dikampung kami," tegasnya.

Ia minta PLN bilang saja, berapa kekurangan uangnya. "Sialakn segera masukan PLN kalau masih menganggap kami bagian dari warga Indonesia," tegasnya.

Warga lainnya, Fransiskus Mulyadi juga menyambut baik adanya listrik yang akan masuk. Ia bersyukur selama dicanangkan sebagai Kampung KB, Desa Teluk Bakung banyak kemajuan. Apalagi kali ini sudah ada kepastian listrik akan masuk.

"Syukur sudah ada kepastian PLN masuk 2020, Karena kami sangat menunggu itu. Selama ini kami menggunakan genset dan setiap bulan menghabiskan minimal Rp800 ribu," ujarnya.

Dengan adanya PLN ia berharap biaya yang dikeluarkan untuk genset bisa digunakan untuk biaya sekolah anak.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Syahroni
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved