Breaking News:

Izin Empat Perusahaan Perkebunan di Sanggau Resmi Dicabut, Irwanto Beberkan Hal Ini

Karena secara teknis mereka yang akan mengevaluasi kinerja perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten Sanggau.

Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ HENDRI CHORNELIUS
Plt Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Kabupaten Sanggau, H Joni Irwanto  

Izin Empat Perusahaan Perkebunan di Sanggau Resmi Dicabut, Irwanto Beberkan Hal Ini 

SANGGAU - Plt Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Kabupaten Sanggau H Joni Irwanto menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Sanggau resmi mencabut empat izin perusahaan perkebunan di Kabupaten Sanggau. Pencabutan izin perusahaan tersebut resmi dikeluarkan tanggal 25 September 2019.

Keempat perusahaan tersebut adalah PT Kapuas Plantation Industry (PT KPI) dengan luasan areal 10.308,57 hektar di Kecamatan Meliau,  PT Gemilang Sukses Perdana (PT GSP) dengan luas areal 9.422 hektare di Kecamatan Muko dan Kecamatan Jangkang.

Kemudian, PT Rahma Abadi Utama (PT RAU) dengan luasan lahan 5.900 hektar di Kecamatan Tayan Hulu dan PT Borneo Edo International Agro (PT BEI A) dengan luas lahan 20.846 hektare di Kecamatan Toba, Kecamatan Tayan Hilir dan Kecamatan Meliau.

Joni menjelaskan, dicabutnya empat izin perusahaan tersebut setelah mendengar pertimbangan teknis dari Dinas Perkebunan dan Peternakan.

"Karena secara teknis mereka yang akan mengevaluasi kinerja perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten Sanggau. Baik aktifitasnya maupun misalnya kedisiplinan mereka mengikuti aturan, "katanya.

Empat perusahaan tersebut, lanjutnya memang dari awal sejak dapat izin lokasi mereka sudah tidak aktif. Cuman mereka dapat izin lokasi awalnya dan sampai sekarang tak aktif.

"Sampai kita telusuri mencari kantornya pun sudah tak sesuai lagi dengan pengajuannya. Sudah beberapa kali surat dari Disbunak yang sudah memberikan peringatan, teguran, kemudian memanggil manajemen yang bersangkutan tidak dipenuhi, secara administratif berdasarkan peraturan Menteri Pertanian yaitu sudah memang harus dicabut izinya, "tegasnya.

Baca: DPRD Sanggau Setujui Perubahan APBD Tahun 2019

Baca: Kalbar Berpotensi Jadi Penyuplai Produk Pertanian

Joni menegaskan, semua izinya sudah sah dicabut berdasarkan SK Kepala Dinas PTSP yang mempunyai kewenangan untuk secara administratif memberikan izin dan mencabut izin tersebut. Dan tentunya prosesnya juga panjang.

"Kita sebenarnya tak ingin investasi di Sanggau ini investasi yang abal-abal. Harus beroperasional sehingga iklim investasi ini sehat," ujarnya.

Joni menuturkan bahwa sejak awal mengajukan izin lokasi tidak ada aktifitas. Sebenarnya sangat disayangkan ketika izin lokasi sudah dapat, lalu mereka tak operasional.

"Bahkan lahan-lahan masyarakat belum dibebaskan, belum ada yang serah terima. Untum mendapatkan izin lokasi kan tidak mudah juga, itu melalui beberapa tahapan. Sebenarnya ini merusak iklim investasi kita, masyarakat sudah berharap dan siap-siap, sudah ada sosialisasi awal ternyata tidak operasional," tegasnya.

"Kemudian Ada case karhutla di dalam area mereka sehingga waktu mau ditangani kita tidak tahu harus menghubungi siapa kan. Karena tidak bertuan sehingga mau tidak mau pemadanan kebakaran itu menjadi tanggungjawab pemda, TNI/Polri dan masyarakat setempat. Yang jelas ini bukan semata-mata karena Karhutla tapi memang sejak awal dia ngajukan izin lokasi itu tidak ada aktifitas,”tambahnya.

Ia menambahkan dari awal pengajuan izin perusahaan perkebunan tersebut, ada yang sudah mencapai 4 tahun, 3 tahun lamanya tapi tidak ada aktifitas. 

"Kan dulukan misalnya dapat izin lokasi, kemudian mengajukan izin operasionalnya, kemudian ada aktifitas mulai dari pembebasan lahan, kesepakatan-kesepatan pemnagian mana plasma inti dan sebagainya itu. Kemudian operasional penanaman, pembibitan kan ada aktiftas. Tapi ini tak ada sama sekali, "pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Tribun belum bisa konfirmasi kepada empat perusahaan yang dicabut izinya tersebut.

 Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved