Pembangunan Turap Wajib Dilakukan, Edi: Sistem Utama Drainase Kota

Parit Tokaya merupakan saluran primer, sehingga Pemkot Pontianak berkolaborasi dengan pemerintah provinsi dan pusat dalam menangani.

Penulis: Syahroni | Editor: Didit Widodo
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ SYAHRONI
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono memberikan arahan pada pihak pelaksana dan Kabid SDA PUPR Pontianak, Hendra Bachtiar terkait pembangunan turap dan trotoar Jalan Hos Cokroaminoto, Jumat (6/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - Pembangunan turap atua peningkatan turap Parit Tokaya menurut Wali Kota Pontianak, wajib dilakukan. Parit itu merupakan satu di antara saluran utama yang ada di Kota Pontianak.

Kenapa Parit Tokaya itu penting dibangun, Edi menjelaskan secara rinci karena itu merupakan suatu sistem drainase utama pasang surat air di Kota Pontianak.

"Itu berada membelah kota di Pontianak Selatan dan cakupan areanya sangat luas, serta termasuk rawan genangan karena lembah," ucap Edi Kamtono, Senin (23/9/2019).

Baca: Pemkot Pontianak Bangun Turap Parit Tokaya, Warga Pun Rela Bongkar Rumah Sendiri

Baca: Suciarti Lulusan Terbaik Profesi Ners, Mengaku Bukan Kutu Buku

Baca: Untan Tuan Rumah Kegiatan IICMA, Angkat Isu Lingkungan dengan Matematika

 

Proses pembangunan turap Parit Tokaya oleh Pemkot Pontianak.
Proses pembangunan turap Parit Tokaya oleh Pemkot Pontianak. (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Syahroni)

Parit Tokaya merupakan saluran primer, sehingga Pemkot Pontianak berkolaborasi dengan pemerintah provinsi dan pusat dalam menangani.

"Segmen Ahmad Yani-Purnama itukan dibangun pusat atau SDA Provinsi. Sedangkan yang saat ini dikerjakan menggunakan APBD Kota Pontianak," jelasnya.

Pembangunan Parit Tokaya merupakan objek prioritas, guna memberikan jalan air kala saat hujan. "Turap Parit Tokaya itu wajib harus dikerjakan karena turap yang sekarang menggunakan kayu belian sudah banyak rusak. Kemudian kita ganti dengan turap beton dengan yang lebih permanen, itukan sudah beberapa segmen sudah dibangun," ucapnya.

Pembangunan turap dan trotoar di Jalan Hos Cokroaminoto, Pontianak, Jumat (6/9/2019). Pemerintah Kota Pontianak menganggarkan Rp3,3 miliar untuk proses pembangunan turap dan trotoar Jalan Hos Cokroaminoto.
Pembangunan turap dan trotoar di Jalan Hos Cokroaminoto, Pontianak, Jumat (6/9/2019). Pemerintah Kota Pontianak menganggarkan Rp3,3 miliar untuk proses pembangunan turap dan trotoar Jalan Hos Cokroaminoto. (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ANESH VIDUKA)

Seperti segmen, Jalan Ahmad Yani-Purnama sudah tuntas, terus segmen Ahmad Yani-Gahahmada sudah sebagian.

"Kali ini dilanjutkan kembali segmen Gajahmada-Ahmad Yani. Oleh karena itu bangunan masyarakat harus dibebaskan dan tahun ini tuntas," tegasnya.

Edi menegaskan idelanya kiri kanan saluran itu, ada jalan paralel, lebarnya disesuaikan dengan kebutuhan.

"Tahun depan kita akan lanjutkan segmen, Gajahmada-Tanjungpura, sebagian memang sudah sekitaran pasar Flamboyan," pungkasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved