Bogi: Pelatihan B2SA Dapat Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Karena dalam pelatihan B2SA peserta juga diajarkan bagaimana melakukan kewirausahaan yang benar

Tayang:
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIDHOINO KRISTO SEBASTIANUS MELANO
Pengurus Kelompok Kerja (Pokja III) Tim Penggerak PKK Tingkat Kecamatan dan Keluruhan se-Kota Singkawang mengikuti pembinaan Pelatihan Penyajian Menu Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Singkawang bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK Kota Singkawang menyelenggarakan bertempat di Ruang Aula Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Singkawang, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Senin (23/9/2019). 

Bogi: Pelatihan B2SA Dapat Tingkatkan Kesejahteraan Petani

SINGKAWANG - Pengurus Kelompok Kerja (Pokja III) Tim Penggerak PKK Tingkat Kecamatan dan Keluruhan se-Kota Singkawang mengikuti pembinaan Pelatihan Penyajian Menu Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA)  yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Singkawang bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK Kota Singkawang menyelenggarakan bertempat di Ruang Aula Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Singkawang, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Senin (23/9/2019).

Dengan pelatihan ini peserta diharapkan dapat menyiapkan menu B2SA dalam bentuk Lunc Box atau makan siang yang disajikan dalam wadah.

Peserta juga diharapkan bisa memahami bagaimana susunan makanan yang dikonsumsi seseorang untuk sekali makan atau beberapa kali waktu makan.

Baca: Penuhi Kecukupan Gizi, Pokja III PKK se-Kota Singkawang Ikuti Pelatihan B2SA

Baca: Edi Kamtono Sebut Sektor Transportasi Paling Terdampak Polusi Asap

Menu B2SA adalah susunan makanan yang terdiri dari aneka ragam bahan pangan yang memiliki sumber karbohidrat, protein, maupun vitamin dan mineral.

Menu ini bila dikonsumsi dalam jumlah seimbang dapat memenuhi kecukupan gizi yang dianjurkan serta tidak tercemar bahan berbahaya yang merugikan kesehatan.

Selain keluarga sehat juga akan mendapakan income (pemasukan), baik untuk peserta maupun para petani.

"Karena dalam pelatihan B2SA peserta juga diajarkan bagaimana melakukan kewirausahaan yang benar," katanya satu di antara narasumber, Bogi.

Dalam penyusunan menu B2SA, masyarakat dilatih untuk menyusun menu dengan bahan pangan lokal dengan konsep tetap memperhatikan nilai gizi yang dibutuhkan.

Bahan makanan pokok diganti dengan non beras dan non terigu, dengan variasinya menu khususnya makanan pokok tidak hanya beras saja.

"Masyarakat akan mendapatkan asupan gizi yang bervariasi dan baik petani juga diharapkan makmur karena hasil pertaniannya juga akan terangkat nilai jualnya," tuturnya. 

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved