Sulut Meriam, Bule Australia Takjub Pesona Kulminasi Pontianak
Satu diantara pengunjung WNA asal Autralia, Peter mengaju takjub akan agenda yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Pontianak ini.
Penulis: Syahroni | Editor: Maudy Asri Gita Utami
Sulut Meriam, Bule Australia Takjub Pesona Kulminasi Pontianak
PONTIANAK - Puluhan tamu asing turut hadir memeriahkan acara tahunan Pesona Kulminasi yang dilakukan oleh Pemkot Pontianak. Bahkan para tamu asing dari berbagai negara turut andil dalam setiap agenda yang telah disusun panitian.
Kondisi Kota Pontianak yang masih diselimuti kabut asap tidak menyurutkan minat mereka untuk menyaksikan beragam kegiatan yang dilangsungkan. Mulai dari tarian etnis, mendirikan telur, membunyikan meriam bambu dan makan saphrahan.
Merskipun para tamu asing ini yang juga merupakan peserta Pontianak Internasional Dragon Boat menyayangkan kondisi kabut asap sehingga mereka tidak bisa menyaksikan detik-detik tanpa bayangan yang jatuh pada pukul 11.36 WIB.
Satu diantara pengunjung WNA asal Autralia, Peter mengaju takjub akan agenda yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Pontianak ini.
Baca: Meski Diselimuti Asap, Bule Takjub Pesona Kulminasi dan Puji Pontianak
Baca: Pesona Kulminasi Pontianak Sukses dengan Pemecahan Rekor MURI 1120 Telur Berdiri
Namun kondisi kabut asap menggagalkannya untuk melihat detik-detik tanpa bayangan, namun ia menyebutkan tetap senang dan bahagia bisa menyaksikan serangkaian acara yang ada.
Lanjut ia menambahkan rasa takjubnya pada event yang digelar karena kental akan etnik dan budaya setempat. Ia menilai Kulminasi Matahari maupun PIDB merupakan event yang fantastis dan melibatkan banyak orang.
"Luar biasa, ini acara yang unik dan melibatkan banyak orang. Saya juga takjub dengan mendiri kan telur yang diikuti orang ramai," ucap Peter saat diwawancarai, Minggu (22/9/2019).
Hal yabg penting disebut dan membuat dirinya merasa senang berada di Kota Pontianak karena orang-orangnya ramah dan banyak pilihan kuliner yang menurutnya enak.
"Saya akan kembali lagi ke Pontianak, semoga ke depan tidak ada lagi kabut asap seperti ini, sehingga kita bisa menikmati setiap acara yang dilakukan ," tambahnya.
Secara keseluruhan ia memberikan apresiasi atas kegiatan ini, ia menceritakan kalau ia juga ikut bersama rekan-rekannya mendirikan telur, makan saprahan bersama yang dinilainya sangat enak.
Selain itu, Peter juga diberikan kesempatan untuk menyulut meriam bambu. Penyulutan meriam bambu yang yelah dimasukan karbit sebagai tanda detik-detik Kulminasi pada pukul 11.36.
Ia mengaku kaget dengan bunyi meriam yang disulutnya, ia tidak menyangka bunyinya begitu besar dan menimbulkan api.
"Meriamnya luar biasa, ada sensasi saat membunyikannya. Ini pengalaman yang luar biasa bagi saya saat mengunjungi Pontianak pertama kali," ujar Peter.
Wisatawan lainnya Mark Raccuia dari Amerika Serikat juga mengungkapkan kekagumannya terhadap event PIDB maupun Kulminasi Matahari yang dinilainya luar biasa dan sangat menarik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/saat-peter-warga-negara-australia.jpg)