Meski Diselimuti Asap, Bule Takjub Pesona Kulminasi dan Puji Pontianak

Kondisi Kota Pontianak yang masih diselimuti kabut asap tidak menyurutkan minat mereka untuk menyaksikan beragam kegiatan yang dilangsungkan.

Meski Diselimuti Asap, Bule Takjub Pesona Kulminasi dan Puji Pontianak
TRIBUNPONTIANAK/SYAHRONI
Saat Peter warga negara Australia diberikan kesempatan untuk menyulut meriam bambu yang disediakan panitia saat detik-detik Kulminasi. Meriam yang disulut Peter mengeluarkan api dan bunyi keras membuatnya terkejut dan kesan saat berkunjung di Pontianak, Minggu (22/9/2019). 

Meski Diselimuti Asap, Bule Takjub Pesona Kulminasi dan Puji Pontianak

PONTIANAK - Puluhan tamu asing turut hadir memeriahkan acara tahunan Pesona Kulminasi yang dilakukan oleh Pemkot Pontianak. Bahkan para tamu asing dari berbagai negara turut andil dalam setiap agenda yang telah disusun panitian.

Kondisi Kota Pontianak yang masih diselimuti kabut asap tidak menyurutkan minat mereka untuk menyaksikan beragam kegiatan yang dilangsungkan. Mulai dari tarian etnis, mendirikan telur, membunyikan meriam bambu dan makan saprahan.

Merskipun para tamu asing ini yang juga merupakan peserta Pontianak Internasional Dragon Boat menyayangkan kondisi kabut asap sehingga mereka tidak bisa menyaksikan detik-detik tanpa bayangan yang jatuh pada pukul 11.36 WIB.

Satu diantara pengunjung WNA asal Autralia, Peter mengaju takjub akan agenda yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Pontianak ini.\

Baca: Pesona Kulminasi Pontianak Sukses dengan Pemecahan Rekor MURI 1120 Telur Berdiri

Baca: Berkurangnya Wisatawan yang Hadiri Festival Kulminasi Disebabkan Polusi Asap

Namun kondisi kabut asap menggagalkannya untuk melihat detik-detik tanpa bayangan, namun ia menyebutkan tetap senang dan bahagia bisa menyaksikan serangkaian acara yang ada.

Lanjut ia menambahkan rasa takjubnya pada event yang digelar karena kental akan etnik dan budaya setempat. Ia menilai Kulminasi Matahari maupun PIDB merupakan event yang fantastis dan melibatkan banyak orang.

"Luar biasa, ini acara yang unik dan melibatkan banyak orang. Saya juga takjub dengan mendiri kan telur yang diikuti orang ramai," ucap Peter saat diwawancarai, Minggu (22/9/2019).

Hal yabg penting disebut dan membuat dirinya merasa senang berada di Kota Pontianak karena orang-orangnya ramah dan banyak pilihan kuliner yang menurutnya enak.

"Saya akan kembali lagi ke Pontianak, semoga ke depan tidak ada lagi kabut asap seperti ini, sehingga kita bisa menikmati setiap acara yang dilakukan ," tambahnya.

Halaman
12
Penulis: Syahroni
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved