Pembakaran Lahan dan Polusi Asap, 500 Warga Kalbar Akan Ajukan Gugatan

Surat kuasa gugatan yang disampaikan kepada LBH UMP itu diterima langsung oleh Direktur LBH UMP, Denie Amiruddin.

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Beni Sulastiyo bersama teman lainnya penggerak masyarakat Penggugat Kalbar di Kalbar 

Pembakaran Lahan dan Polusi Asap, 500 Warga Kalbar Akan Mengajukan Gugatan 

PONTIANAK- Sebanyak 500 warga Kalbar akan melakukan gugatan perdata kepada Negara dan Perusahaan Pembakar Lahan di Kalbar yang telah menyebabkan kebakaran hutan dan lahan yang memberikan dampak yang luar biasa bagi banyak orang.

Diwakili oleh 12 orang, kemarin (jumat, 20 September) ratusan penggugat tersebut telah memberikan Surat Kuasa kepada Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Universitas Muhammadiyah Pontianak untuk mengajukan gugatan ke pengadilan.

Kedua belas wakil penggugat tersebut adalah Beni Sulastiyo, Usmulyani Alqadrie, Pradono, Kastina Titen, Deman Huri, Hendra Rudiansyah, Juandi, Musthofa, Jumadi Asnawi, Suryansah, Vandille Al Rasyid/Ivan, Fadhil Mahdi, dan Hatta Budi Kurniawan.

Baca: Satgas Karhutla Mandor Tangani Kebakaran di Wilayah Pengawasannya

Baca: Dewan Pengurus Wilayah PKS Kalbar Launching Gerakan Nasional Tanggap Bencana Terkait Karhutla

Menurut Beni Sulastiyo, salah satu wakil penggugat, upaya gugatan tersebut akan dilakukan dalam dua bentuk yaitu class action untuk menggugat pembakar lahan, serta citizen lawsuit untuk menggugat negara karena telah gagal melindungi masyarakat Kalbar dari ulah korporasi pembakar lahan.

Surat kuasa gugatan yang disampaikan kepada LBH UMP itu diterima langsung oleh Direktur LBH UMP, Denie Amiruddin.

Denie Amiruddin mengatakan bahwa penyerahan surat kuasa dari para penggugat ini adalah tindak lanjut dari pertemuan antara sekelompok warga Kalbar yang resah dengan persoalan pembakaran lahan di LBH UMP pada hari Rabu yang lalu (18/9).

Kedatangan mereka saat itu bertujuan untuk berkonsultasi tentang rencana mereka untuk menggugat para pihak yang disinyalir telah melakukan perbuatan melawan hukum.

Dalam pertemuan tersebut, mereka juga menanyakan kesediaan LBH UMP untuk mewakili mereka dalam melakukan gugatan hukum dan saat itu LBH UMP menyatakan bersedia.

Hari ini mereka datang kembali untuk menyerahkan surat kuasa dengan membawaserta daftar 500an penggugat yang berasal dari seluruh Kalimantan Barat.

Menurut Denie Amiruddin, rencana gugatan yang akan dilakukan masyarakat ini adalah sebuah kemajuan besar dalam peradaban hukum di Kalimantan Barat.

Persoalan karhutla dan pencemaran udara karena asap ini telah terjadi belasan tahun lamanya di Kalbar, namun hingga saat ini belum ada satupun masyarakat Kalbar yang melakukan gugatan.

"Padahal dalam Undang-undang kita, masyarakat memiliki hak untuk melakukan gugatan kepada siapapun jika merasa dirugikan, termasuk mengajukan gugatan kepada negara ," ujarnya.

Sementara itu, Beni Sulastiyo menjelaskan bahwa setelah inj, pihaknya akan membentuk tim kecil untuk membantu LBH UMP mempersiapkan materi gugatan.

"Mudah-mudahan dalam 3-4 hari ke depan, bahan-bahan materi gugatan yang akan kami ajukan sudah bisa kami serahkan ke LBH UMP, agar bisa disusun sebagai kelengkapan pendafataran gugatan ke pengadilan," pungkasnya. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved