Kalbar Miliki Potensi Pertanian yang Sangat Luas

Namun, menurutnya hingga saat ini pertanian Kalbar arahnya masih tidak jelas.................

Penulis: Rizki Fadriani | Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKI FADRIANI
Gubernur Kalbar bersama dengan Kadistan TPH Kalbar beserta para peserta seminar Hari Tani Nasional, di Untan pada Sabtu (21/9) 

Kalbar Miliki Potensi Pertanian yang Sangat Luas

PONTIANAK - Kalbar memiliki potensi tanaman pangan yang sangat bagus, kata Gubernur Kalbar H Sutarmidji SH MHum saat memberikan sambutan pada Seminar Hari Tani Nasional 2019 yang diadakan oleh Fakultas Pertanian Untan, pada Sabtu (21/9).

Menurutnya, selain produk pertanian beras, talas memiliki potensi yang sangat baik.

Berbagai jenis talas tumbuh di Kalbar dan dapat dilihat hasilnya sangat memuaskan, serta memiliki pasar yang luas, seperti Malaysia.

Malaysia memiliki talas yang terbatas, namun kebutuhannya melebih dari yang mampu Kalbar ekspor, sehingga peluangya masih sangat besar.

Di Pontianak Utara memiliki talas umbi, yang 1 hektarnya bisa menghasilkan 25 ton. Namun, menurutnya hingga saat ini pertanian Kalbar arahnya masih tidak jelas.

"Saya tidak pernah dengar terobosannya apa," ungkapnya kepada para mahasiswa Untan.

Untuk mengembangkan tanaman pangan, ia menyarankan agar para mahasiswa untuk memilih jenis tanaman pangan tertentu yang nilainya ekonomis, namun memiliki pasar yang sangat terbuka.

Sehingga tanaman pangan tersebut dapat diekspose dan dapat ditanam serta dikembangkan oleh mahasiswa.

Baca: Pasokan Beras Kalbar Cukup Bahkan Bisa Surplus, Sutarmidji: Asal Miliki Bibit dan Pupuk yang Benar

Baca: Resmikan Desa Parit Keladi, Muda Mahendrawan Berharap Masyarakat dapat Kembangkan Potensi Pertanian

Baca: Gubernur Sutarmidji Buka PIDB di Taman Alun Kapuas, Diiikuti 5 Tim Luar Negeri

Selain itu, pangan lokal Kalbar yang potensinya sangat besar, berada di sektor umbi-umbian. Saat ini Kapuas Hulu akan megembangkan singkong yang dijadikan bahan dasar tepung tapioka.

"Satu pohon target ekonomisnya kalau sudah bisa mencapai 30 kilogram, tapi mereka (singkong) bisa sampai 50 kilogram satu pohon. Dan ditanam harus tegak lurus tidak boleh miring sedikit pun," tambahnya.

Saat ini di Kapuas Hulu, singkong jenis tersebut sudah bisa mencapai berat 20 kilogram perpohon. Namun, terbentur masalah sertifikasi ketika Pemda ingin membatu persoalan bibit.

"Sedangkan lembaga yang mensertifikasi bibit singkong ini, lembaga yang mana?" ungkapnya.

Menurutnya, ini dapat menjadi peluang Fakuktas Pertanian, untuk bisa mengambil peran sebagai lembaga sertifikasi bibit ini.

Ia juga menyampaikan jika semua sektor pertanian seharusnya bisa ditangkap sebagai peluang dan nilai tambah yang sekarang banyak terbuang. Dan seluruh komponen sektor pertanian harus diperbaiki.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved