Fuzi Sebut Akibat Karhutla Aktivitas Terganggu dan Timbulkan Kerugian di Berbagai Aspek

Fuzi menyayangkan dampak dari kebakaran Hutan dan Lahan yang ditimbulkan mulai dari segi lingkungan, kesehatan, ekonomi

Fuzi Sebut Akibat Karhutla Aktivitas Terganggu dan Timbulkan Kerugian di Berbagai Aspek
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Parit di Sungai Jawi, Kota Pontianak, Kamis (18/1/2018). Menurut pegiat lingkungan, Demanhuri Gustira, parit bukan hanya pembuangan saluran air tapi juga sebagai identitas. 

Fuzi Sebut Akibat Karhutla Aktivitas Terganggu dan Timbulkan Kerugian di Berbagai Aspek

PONTIANAK - Pegiat lingkungan dan juga Pendiri Komunitas Telusur Khatulistiwa yang bergerak di bidang pariwisata dan lingkungan di Kalimantan Barat, Fuzi menyayangkan dampak dari kebakaran Hutan dan Lahan yang ditimbulkan mulai dari segi lingkungan, kesehatan, ekonomi, perhubungan, dan pendidikan.

Dari awal bulan Agustus lalu, bahaya kabut asap yang ditimbulkan sudah cukup membahayakan kesehatan sebab partikulat atau abu pembakaran bertebaran dengan ukuran yang cukup besar dan banyak.

Kabut asap tersebut ternyata kembali lagi di pertengahan bulan ini dengan dampak yang lebih parah sebab sampai mengganggu aktivitas penerbangan udara.

"Kabut asap di Kota Pontianak sendiri pada hari ini mencapai status berbahaya," ujarnya kepada Tribun Pontianak, jumat (20/9/2019).

Ia mengatan untuk beraktivitas ke luar ruangan pun saat ini tidak bisa lepas dari masker. Kesehatan pun menjadi terganggu.

Baca: Ratusan Warga Kalbar Bergabung Gugat Atas Terjadinya Karhuta di Kalbar

Baca: Urus Izin Galian C, Dinas Lingkungan Hidup Singkawang Hanya Beri Rekomendasi Kelayakan Lingkungan

Baca: Berawal Duta Lingkungan, Cinthia Berhasil Mewakili Indonesia Diajang Miss Eart Internasional

"Saya benar-benar harus menjaga kesehatan saya dengan ekstra. Memperbanyak asupan buah-buahan dan memperbanyak minum air putih tentunya. Banyak teman-teman saya yang mulai jatuh sakit karena gangguan pernapasan," ujarnya.

Dampak karhutla yang sangat berbahaya ini tidak hanya dari segi lingkungan dan kesehatan tapi juga dari sisi ekonomi, perhubungan, dan pendidikan.

Demikian besarnya dampak karhutla ini tentu harus segera diselesaikan oleh pemerintah. Pemerintah adalah stakeholder utama yang memberi ketegasan dan tindakan pada aktivitas pembakaran hutan dan lahan ilegal.

Selain itu masyarakat juga memiliki andil. Pertama, jika menemukan aktivitas pembakaran hutan dan lahan ilegal, maka segera laporlan kepada pihak berwajib.

Demikian pula jika menemukan pelakunya. Kedua, jangan membakar sampah di ruang publik. Sebab selain sudah ada perda yang mengatur tipiringnya, pengelolaan sampah juga seharusnya bukan dengan cara membakar.

Sampah rumah tangga harusnya dikelola dengan pemilahan dan prinsip 3R.

"Semoga bencana kabut asap ini segera dapat diatasi dan jangan sampai bencana ini terulang lagi di masa yang akan datang," harapnya.

Berbagai aksi relawan untuk membagikan masker juga sudah dilakukan oleh dirinya dan teman-temannya. Namun langkah yang penting tentu adalah langkah pencegahan.

 Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Anggita Putri
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved