Ratusan Warga Kalbar Bergabung Gugat Atas Terjadinya Karhuta di Kalbar

Kebakaran Hutan dan Lahan seakan menjadi masalah yang berulang kali terjadi setiap tahunnya di Kalimantan Barat.

Ratusan Warga Kalbar Bergabung Gugat Atas Terjadinya Karhuta di Kalbar
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Beni Sulastiyo bersama teman lainnya penggerak masyarakat Penggugat Kalbar di Kalbar. 

Ratusan Warga Kalbar Bergabung Gugat Atas Terjadinya Karhuta di Kalbar

PONTIANAK - Kebakaran Hutan dan Lahan seakan menjadi masalah yang berulang kali terjadi setiap tahunnya di Kalimantan Barat.

Karhutla juga sangat memberikan dampak yang luar biasa bagi masyarakat Kalbar.

Melihat kondisi seperti ini munculah Gerakan masyarakat Kalimantan Barat sebagai korban asap yang diakibatkan oleh Kebakaran Hutan dan Lahan yang bergabung menjadi penggungat.

Ajakan sebagai masyarakat penggungat Karhutla ini disebarkan melalui media sosial dengan mendaftarkan diri pada link sebagai masyaratan pengguat yang sudah di buka beberapa hari lalu sampai hari ini.

Satu diantaranya yang mewakili masyarakat sebagai penggungat bersama 13 orang lainnya, Beni Sulastiyo mengatakan selama tiga hari belakangan ini ia dan beberapa sahabat intens menggelar pertemuan.

Tujuannya adalah untuk mencari upaya yang jitu demi menghentikan kesewenangan para pihak yang telah menyebabkan terbakarnya lahan hingga membuat asap beracun memenuhi paru-paru masyarakat di seluruh wilayah Kalimantan Barat.

Baca: Warga Kalbar Dikabarkan Mati dan Hidup Lagi, Warga: Masak Habis Meninggal Langsung Ngomong & Berdiri

Baca: Dinas Pertanian Kalbar Siapkan Program Unggulan Antisipasi Karhutla

Baca: Sempat Digugat Gara-gara Paspor, Kantor Imigrasi Sambas Menangi Praperadilan

Hasil dari aneka pertemuan itu adalah rencana untuk mengajukan gugatan hukum ke pengadilan terhadap para pihak yang telah memaksa jutaan warga Kalbar menghirup udara penuh asap beracun setiap tahunnya itu, khususnya di musim kemarau.

Ia mengatakan pada Rabu, 18 September 2019, pukul 14.00, pihaknya telah mendatangi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Universitas Muhammadiyah Pontianak, untuk berkonsultasi sekaligus mengutarakan rencana tersebut.

"Ahamdulillah saya bersama sahabat saya Bang Uray Jumadi Asnawi dan Bang vandille Al Rasyid, diterima langsung oleh Ketua LBH UMP, Bapak Denie Amiruddin, beserta pengurus LBH UMP. Lalu digelarlah sebuah forum konsultasi," ujarnya kepada Tribun Pontianak, jumat (20/9/2019).

Halaman
123
Penulis: Anggita Putri
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved