Dua Mahasiswa Untan Ciptakan Inovasi Ilmiah Aromaterapi Berbasis Limbah Kulit Jeruk dan Ampas Teh

Mahasiswa Universitas Tanjungpura (UNTAN) Pontianak, Kalimantan Barat melakukan kegiatan inovasi ilmiah memanfaatkan kulit jeruk

Dua Mahasiswa Untan Ciptakan Inovasi Ilmiah Aromaterapi Berbasis Limbah Kulit Jeruk dan Ampas Teh
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Dua mahasiswa FMIPA pembuat aromaterapi dari sisa limbah. 

Dua Mahasiswa Untan Ciptakan Inovasi Ilmiah Aromaterapi Berbasis Limbah Kulit Jeruk dan Ampas Teh

PONTIANAK - Mahasiswa Universitas Tanjungpura (UNTAN) Pontianak, Kalimantan Barat melakukan kegiatan inovasi ilmiah memanfaatkan kulit jeruk dan ampas teh.

Limbah dari buah jeruk dan teh ini diolah menjadi produk aromaterapi anti semut. Era revolustri industri 4.0 saat ini memunculkan banyak kemungkinan dan kesempatan baru di berbagai bidang.

Satu diantaranya yaitu mengembangkan kemampuan wirausaha dengan memanfaatkan ilmu terapan IPTEK.

Kemampuan ini dilatih untuk menciptakan sebuah peluang usaha dari sebuah permasalahan yang ada di lingkungan sekitar.

Salah satunya yaitu adanya permasalahan lingkungan terkait masalah sampah yakni limbah kulit jeruk dan ampas teh.

“Berdasarkan literatur, kulit jeruk mengandung rendemen minyak atsiri yang cukup tinggi, dengan kandungan utamanya yaitu senyawa limonen. Umumnya aromaterapi menggunakan lebih dari satu minyak atsiri, maka dari itu salah satu bahan yang potensial dikombinasikan dengan limonene sebagai aromaterapi anti serangga yaitu ampas teh.

Ampas teh mampu memberikan aroma harum dan efek menenangkan, selain itu kandungan katekinnya memiliki efek replensi terhadap serangga. Sehingga berpotensi besar menjadi peluang usaha” tutur Noverando.

Baca: Dosen UBSI Pontianak Ikuti Workshop Penulisan dan Publikasi Artikel Ilmiah Bereputasi Internasional

Baca: Dr Yopa Eka Prawatya Bagikan Cara Penulisan Artikel Ilmiah Internasional ke Dosen UBSI Pontianak

Baca: Dosen UBSI Pontianak Siap Ikuti Workshop Penulisan dan Publikasi Artikel Ilmiah

Produk yang dibuat oleh dua mahasiswa ini yaitu produk aromaterapi wangi kesegaran jeruk dan teh dengan aroma yang tidak disukai serangga bernama "L&T Fresh" yaitu singkatan dari Limonene & Tea Fresh.

Produk ini dikembangkan oleh Noverando Rafiel Angelo (FMIPA) dan Heni Puspita Sari (FMIPA) dengan dosen pembimbing H. Afgani Jayuska, M.si.
“L&T Fresh” yang merupakan produk aroma terapi anti semut berbentuk Reed diffuser yaitu botol berisi cairan dengan kombinasi aroma jeruk dan teh, alat ini tidak menggunakan listrik namun hanya menggunakan stick bambu atau rotan berpori sebagai pelepas aromaterapinya.

Sementara itu, berdasarkan analisisnya di Indonesia sendiri produk aromaterapi anti serangga masih belum ramah lingkungan dan belum banyak dikembangkan. Menurutnya, produk aromaterapi anti serangga lain itu kebanyakan untuk mengusir nyamuk dan berbahan sintetis yang berbahaya.

"Kami berharap “L&T Fresh” bisa mengurangi permasalahan terhadap serangga, terutama ibu rumah tangga yang lupa menyimpan makanan dengan wadah yang tertutup sehingga dikerumuni semut. Selain itu juga bisa menjadi solusi untuk mengurangi limbah di kota Pontianak," ujar Noverando.

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved