Warga Silat Hilir Terkena Penyakit Aneh, Kondisinya Bikin Prihatin

Lalu penderita mengikuti keluarganya berobat ke RSUD Sudarso Pontianak. Itupun dapat biaya dari hasil jual kebun karet

Warga Silat Hilir Terkena Penyakit Aneh, Kondisinya Bikin Prihatin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Penderita Haryanto saat ditemani keluarganya sedang berobat di Rumah Sakit Umum Daerah Sudarso Pontianak. 

Warga Silat Hilir Terkena Penyakit Aneh, Kondisinya Bikin Prihatin

KAPUAS HULU - Seorang Warga Desa Nanga Luan, Kecamatan Silat Hulu, terkena menderita penyakit aneh yaitu, dagu yang bersangkutan membesar layak seperti buah semangka.

Pemerhati Sosial Kecamatan Silat Hulu, Saparudin menyatakan penderita bernama Haryanto, yang sudah 1 tahun mengalami penyakit aneh tersebut. "Memang gejala awalnya ada benjolan kecil, antara rahang dan gusi," ujarnya kepada Tribun, Jumat (20/9/2019).

Terus jelas Saparudin, setelah ada benjolan kecil itu lama-kelamaan benjolan semakin membesar hingga seperti saat ini.

"Lalu penderita mengikuti keluarganya berobat ke RSUD Sudarso Pontianak. Itupun dapat biaya dari hasil jual kebun karet, yang satu-satunya menjadi sumber penghasilan," ucapnya.

Baca: Kasi Intel Kejari Pontianak Pastikan Ganti Rugi Lahan Jalan Duplikasi Jembatan Landak ke Ahli Waris

Baca: VIDEO DRONE: Polresta Pontianak Amankan Sembilan Sawmill di Teluk Bakung Kubu Raya

Selain biaya berobat harus menjual kebun karet, jelas Saparudin yang bersangkutan juga mendapatkan sumbangan dari warga Desa Nanga Luan.

"Itupun dari rumah menuju Pontianak menggunakan sepeda motor," ujarnya.

Kemudian, jelasnya di Pontianak yang menyangkut hanya menjalani rawat jalan di RSUD Sudarso Pontianak, menggunakan kartu Indonesia sehat (KIS).

Tapi disayangkan pelayanan rumah sakit terkesan lamban dan setengah hati, buktinya yang bersangkutan sudah 3 hari disana, baru di cek, dan diambil foto ronsen.

"Itupun hasilnya belum keluar. Mohon kepada semua pihak yang berkompeten untuk bisa sama-sama membantu kelancaran berobat saudara kita Haryanto. atas nama kemanusiaan, negara harus hadir membela kepentingan masyarakat lemah," ungkapnya.

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved