Terwujud Pelabuhan Kijing Jadi Jembatan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Kalbar

Keberadaan pelabuhan kijing di Provinsi Kalbar sangat penting bagi percepatan pertumbuhan ekonomi di Kalbar untuk belanja pembangunan.

Terwujud Pelabuhan Kijing Jadi Jembatan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Kalbar
TRIBUNPONTIANAK/Anggita Putri
Gubernur Kalbar, H Sutarmidji,di ruang kerja saat menerima beberapa media elektronik dan cetak, Kamis (19/9) . 

Citizen Reporter
Humas Pemprov Kalbar
Rinto

Terwujud Pelabuhan Kijing Jadi Jembatan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Kalbar

PONTIANAK- Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji mengatakan keberadaan pelabuhan kijing di Provinsi Kalbar sangat penting bagi percepatan pertumbuhan ekonomi di Kalbar untuk belanja pembangunan.

"Kita sudah mencita-citakan pelabuhan ekspor Internasional ini sejak 20 tahun yang lalu. Alhamdulilah, realisasinya baru sekarang," kata H Sutarmidji,di ruang kerja saat menerima beberapa media elektronik dan cetak, Kamis (19/9) .

Dikatakannya, sekarang Provinsi Kalbar menjadi penghasil CPO ke 2 terbesar di Indonesia ketika di ekspor tidak melalui pelabuhan ekspor yang ada di Kalbar akibatnya Kalbar tidak mendapatkan apa-apa.

Baca: Progres Pembangunan Terminal Kijing Sudah 23 Persen, Pelindo Targetkan Rampung Pertengahan 2020

Baca: Bupati Mempawah Dukung Proses Pembangunan Terminal Kijing, Permudah Regulasi Perda

"Misalnya bagi hasil pajak ekspor itu kita tidak mendapatkan padahal produksinya banyak," jelasnya.

Saat ini, ia menjelaskan bahwa Pelabuhan Dwikora kedalamannya sekitar 6 meter sedangkan pelabuhan Internasional ini bisa mencapai 14 meter dan lebih ekonomis.

"Pemerintah daerah akan mendukung semaksimal mungkin untuk adanya satu percepatan dalam pembangunannya dan mudah mudahan hambatan hambatan itu sudah bisa di kurangi seminim mungkin," ujarnya.

Gubernur Kalbar juga menghimbau kepada siapapun yang ingin punya kepentingan ya lewat jalur pengadilan saja, sekarang pemerintah daerah ini mendampingi Pelindo ketika pembebasan lahan dan semuanya sudah melalui prosedur aturan.

"Kalau tidak pakai aturan kita juga tidak berani," pungkasnya. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Anggita Putri
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved