Konsentrasi PM10, Asap Kota Pontianak Kategori Berbahaya

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Tinorma Butar butar asap konsentrasi asap yang ada di Kota Pontianak merupakan kiriman dari kabupaten lainnya.

Konsentrasi PM10, Asap Kota Pontianak Kategori Berbahaya
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Kondisi udara di Pontianak yang diselimuti kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi disejumlah wilayah di Kalbar, Pontianak, Kamis (19/9/2019). 

Konsentrasi PM10, Asap Kota Pontianak Kategori Berbahaya

PONTIANAK - Konsentrasi PM10 di Kota Pontianak sudah memasuki tarap berbahaya, data dari BMKG PM10 di Pontianak sudah menunjukan angka diatas 400 saat Jumat (20/9) sore.

Padahal nilai ambang batas (NAB) adalah batas konsentrasi polusi udara yang diperbolehkan berada dalam udara ambien. NAB PM10 berada diangka 150.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Tinorma Butar butar asap konsentrasi asap yang ada di Kota Pontianak merupakan kiriman dari kabupaten lainnya.

Beberapa hari terakhir di Kota Pontianak tidak ada titik api, walaupun ada kebakaran dapat dikendalikan oleh petugas yang memadamkan api dilapangan.

Baca: Polusi Asap Makin Pekat, Dewan Sanggau Harap Instansi Siapkan Oksigen Gratis

Baca: Akibat Bencana Asap, Tiga Negara Batal Ikut Pontianak Internasional Dragon Boat

"Memang menurut data yang ada kondisi udara kita di Pontianak khususnya parameter PM10 atau pertikel asap sudah berbahaya," ucap ucap Tinorma saat diwawancarai Tribun Pontianak, Jumat (10/9/2019).

Namun secara keseluruhan berdasarkan data yang ada di Air Quality Monitoring System (AQMS), Tinorma menjelaskan kondisi di Kota Pontianak baru mencapai indek tida sehat.

"Pada AQMS kan ada lima variabel yang diukur, kondisi Pontianak masih tidak sehat tapi untuk PM10 memang kategori berbahaya," tegasnya

Konsentrasi PM10 sudah berbahaya dan secara kasat mata dijelaskannya ketebalan asap sudah sangat pekat dan hari ini lebih pekat dari hari-hari sebelumnya.

Tebalnya asap yang menyelimuti Kota Pontianak dipastikan merupakan asap kiriman dari daerah lainnya.

Halaman
12
Penulis: Syahroni
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved