Tingkat Hunian Hotel Turun Akibat Kabut Asap, Pengusaha Travel dan Cargo Merugi

Ada juga konsumen yang khawatir reschedule keberangkatan. Raka berharap, bencana asap segera berakhir.

Tayang:
Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ File
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kalimantan Barat, Yuliardi Qamal. 

Tingkat Hunian Hotel Turun Akibat Kabut Asap, Pengusaha Travel dan Cargo Merugi

PONTIANAK  - Terganggunya penerbangan di Bandara Internasional Supadio Pontianak memicu kerugian pada pengusaha travel, jasa pengiriman, dan perhotelan di Kota Pontianak. Tak tanggung-tanggung, pengusaha travel merugi hingga 90 persen.

"Dampak dari kabut asap ini sangat menyulitkan bagi kita. Penurunan minat untuk menggunakan jasa tour travel ini sangat signifikan hampir 90 persen. Bahkan, hari ini sangat sulit mencari pembeli," ujar Raka, petugas reservasi PT Jalur Nusantara Tour & Travel ditemui di tempat kerjanya di Jl Tanjungpura, Nomor 36, Rabu (18/9).

Raka mengungkapkan, ada beberapa alasan sepinya pembeli tiket pesawat. Ia mencontohkan, penumpang khawatir keselamatan mereka menggunakan pesawat akibat pekatnya asap.

Ada juga konsumen yang khawatir reschedule keberangkatan.  Raka berharap, bencana asap segera berakhir.

"Harapan saya terhadap pemerintah agar masalah ini cepat diselesaikan, karena ini sangat menyulitkan bagi pekerjaan. Udara tidak sehat juga mempengaruhi kesehatan masyarakat," jelasnya.

Baca: Pemprov Riau Tolak Bantuan untuk Atasi Karhutla dari Pemprov Lain

Baca: Pemkab Sekadau Memperpanjang Libur Sekolah

Menurunnya jumlah pengguna pesawat terbang juga diakui Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Henray saat dihubungi Tribun. “Banyak konsumen yang komplain karena penerbangannya ditunda,” ujar Henray.

Terganggunya operasional Bandara Internasional Supadio Pontianak, menurut dia merugikan anggota Asita. “Masalah penerbangan yang terganggu merugikan bisnis perjalanan wisata anggota Asita,” jelasnya.

Tak hanya pengusaha travel yang merugi, pengusaha jasa pengiriman ikut terdampak.

Manajer Cabang Pembantu JNE Express Cabang Sungai Jawi, Jl Hasanuddin No 55, Pontianak Barat Hero mengakui bisnis JNE terganggu akibat bencana asap.

"Dampak bagi jasa pengiriman dapat kita nilai dari dua sisi yaitu pengirim dan penerimaan. Asap membuat gerbang perantara yaitu Bandara tertunda. Dampak bagi pengiriman tentu jangka waktu yang tidak optimal. Akhirnya pelanggan membayar harga yang lebih demi mendapatkan paket dengan pengiriman jangka waktu yang lebih cepat. Kita berusaha semaksimal mungkin untuk profesional dan akhirnya kita hanya pasrah," jelas Hero. 

Terlambatnya pengiriman, jelas Hero, berdampak pada pelayanan JNE. Akibatnya, konsumen memilih refund.

"Fenomena asap ini harusnya dicegah dengan antisipasi dan penyuluhan kepada masyarakat. Pemerintah punya penegak hukum yang menegakan aturan agar tidak terjadi Karhutla," imbuh Hero.

Dampak besar juga dirasakan jasa pengiriman barang JnT. Selama penerbangan terganggu, JnT menerima banyak komplain dari pelanggan.

"Kendala selama asap paling komplain dari pelanggan. Kita edukasi pengirim bahwa nggak bisa sampai dalam satu hari, terutama ke luar pulau," ujar Mukti Wahyuni, Admin Operasional Kantor Pusat JnT Pontianak, Jl Parit Haji Husein II.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved