Program Studi Agama IAIN Pontianak Gelar Studium General

AIN Pontianak sedang berbenah berusaha memberikan kenyamanan kepada seluruh mahasiswa IAIN Pontianak

Program Studi Agama IAIN Pontianak Gelar Studium General
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
acara Studium General dalam rangka penguatan paradigma keilmuan prodi studi agama, Rabu (18/9/2019). 

Program Studi Agama IAIN Pontianak Gelar Studium General

Citizen Reporter, Khusnul Khotimah

PONTIANAK - Program Studi Agama, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Pontianak menggelar acara Studium General dalam rangka penguatan paradigma keilmuan prodi studi agama, Rabu (18/9/2019).

Studium General ini merupakan program kegiatan HMPS studi agama, demi menguatkan paradigma keilmuan serta meningkatkan semangat mahasiswa baru di program studi agama agama

Wardah M.Pd. selaku sekretaris prodi studi agama, dalam sambutannya mengatakan hadir seluruh angkatan mahasiswa studi agama.

"Harapannya mahasiswa bisa menjadi orang yang mampu bersosialisasi kepada masyarakat lintas agama dan mampu bertemu banyak orang di luar sana tanpa bersikap eksklusif tapi bisa inklusif berbaur tapi tidak melebur," tukasnya

Dr Ismail Ruslan M.SI selaku Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah dalam sambutannya juga mengatakan IAIN Pontianak sedang berbenah berusaha memberikan kenyamanan kepada seluruh mahasiswa IAIN Pontianak dalam melaksanakan kegiatan perkuliahan.

Kegiatan Studium General ini di isi oleh dua doktor muda yaitu Dr.Syahbudi Natoras M.Ag yang telah menyelesaikan gelar doktornya di UIN Kalijaga,

Dalam pemaparannya yang mengambil topik perjumpaan sains-agama dalam studi agama ,ada makna ruang privat dan makna ruang publik yang tidak bisa di batasi lagi.

Sains dan teknologi serta ada ruang publik dan privat yakni penyebaran berita hoax menggunakan dalil agama kemudian termasuk pada teknologi sains dan dalil sains.

Dr Urbanus M.TH. sebagai pemateri 2 yang menyelesaikan doktornya di Cipanas, dalam pemaparannya mengambil topik penguatan nilai karakter dalam studi agama.

Banyak hal yang akan terjadi di era ini dan ini merupakan tantangan kita semua karna segala sesuatu akan banyak di gantikan oleh mesin.

Ia memaparkan, bagaimana sikap diri saat ini untuk itu harus menciptakan karakter diri karna karakter merupakan penentu nasib seseorang jika karakternya bagus maka nasibnya akan baik begitupun sebaliknya.

Penulis: Syahroni
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved