KPU Mempawah Salurkan Santunan Rp 36 Juta ke Ahli Waris Petugas KPPS

Almarhum Abdullah adalah petugas ketertiban Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal saat bertugas beberapa waktu lalu.

KPU Mempawah Salurkan Santunan Rp 36 Juta ke Ahli Waris Petugas KPPS
TRIBUNPONTIANAK/Ya' M Nurul Anshory
KPU Kabupaten Mempawah menyalurkan santunan kepada keluarga ahli waris almarhum Abdullah, petugas ketertiban Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal saat bertugas, Kamis (19/9/2019). 

KPU Mempawah Salurkan Santunan Rp 36 Juta ke Ahli Waris Petugas KPPS

MEMPAWAH -Ketua KPU Mempawah, M. Agoes Soesanto mewakili KPU Mempawah, menyerahkan santunan sebesar Rp. 36 juta di kediaman almarhum Abdullah (47), di Desa Sungai Kunyit Hulu, Kecamatan Sungai Kunyit, Kamis (19/9/2019).

Almarhum Abdullah adalah petugas ketertiban Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal saat bertugas beberapa waktu lalu.

Agoes mengatakan santunan yang dia salurkan berasal KPU RI, yang mana itu merupakan wujud rasa simpati dan rasa duka yang mendalam dari negara terhadap Abdullah, petugas ketertiban KPPS di TPS 7, Desa Sungai Kunyit Hulu, yang meninggal karena sakit.

“Kami turut berduka cita atas meninggalnya Pak Abdullah. Almarhum merupakan pejuang demokrasi yang telah gugur saat menjalankan tugas,” tuturnya.

Baca: Pokja Rumah Demokrasi Ajak Masyarakat Bijak Tanggapi Isu Banyaknya Petugas KPPS Meninggal

Baca: Ketua KPPS di Kubu Raya Meninggal Dunia, Riwayat Sakit hingga Sesak Napas Sebelum Tutup Usia

Agoes berharap santunan yang diberikan dapat dimanfaatkan istri almarhum dan ketiga anaknya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Santunan sebesar Rp 36 juta dari KPU RI ini diberikan secara transfer melalui rekening bank ke ahli waris,” imbuhnya.

Mewakili KPU RI  dan KPU Kalimantan Barat, Agoes yang didampingi empat komisoner KPU Mempawah yaitu Rasidi, Fetrus Anyim, Mursalin dan Munawaroh, serta Sekretaris KPU Eldeni mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar ahli waris petugas KPPS yang telah membantu menyukseskan Pemilu 2019.

“Mudah-mudahan apa yang dilakukan almarhum selama menjadi petugas ketertiban KPPS pada Pemilu 2019, dapat menjadi nilai ibadah. Kami mendoakan amal ibadah almarhum diterima disisi Allah SWT. Kami juga berdoa kepada ibu Rahmaye sekeluarga agar diberikan ketabahan,” tuturnya.

Sedangkan Rahmaye (46), selaku ahli waris Abdullah dengan penuh haru mengucapkan terima kasih atas pemberian santunan dari KPU RI.

Ia tidak menyangka meninggalnya sang suami mendapat perhatian besar dari KPU RI dan jajaran dibawahnya. “Terus terang, mendapat santunan ini membuat saya merasa terharu. Terima kasih KPU RI,” tutupnya. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved